HMINEWS – Pemulangan Muhammad Nazaruddin ke Indonesia harus jadi momentum baginya untuk membongkar sejumlah kasus yang diketahuinya dan membeberkan dalam penyidikan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Mantan Bendahara Partai Demokrat ini diminta blak-blakan dan tidak boleh merasa gentar menyebutkan kembali siapapun jika terlibat dalam kasus suap wisma atlet Sea Games di Palembang maupun kasus korupsi lainnya.

“Siapa saja! Termasuk Ibas, Sekjen Partai Demokrat, anak bontot Presiden SBY, sebagaimana sempat ia (Nazar) lontarkan kepada SBY selang waktu sebelum kabur ke Singapura,” ujar pengamat politik dari The Indonesian Reform Institute, Muhammad Amin, Rabu (10/8).

Hal ini, menurut Amin, juga untuk membuktikan konsistensi SBY atas ucapan yang disampaikannya saat buka puasa bersama di Mabes  Cilangkap, kemarin (Senin, 7/8). Amin juga menyebutkan, saat diperiksa KPK nanti.

Nazaruddin tidak boleh emosional apalagi terjebak dengan iming-iming pihak tertentu untuk hanya sekedar menyerang Ketum Partai Demokrat, Anas Urbanigrum. Nazar juga harus berani mengungkapkan dana yang sudah disumbangkannya kepada partai dan pihak-pihak tertentu, termasuk keterlibatan pihak istana.

Dengan mengungkapkan keterlibatan pihak-pihak tersebut serta dilengkapi bukti maka beban hukum bagi Nazar tidak harus ia tanggung sendiri, imbuh Amin.

“Musti disadari Nazarudin, kasus wisma atlet dibongkar adalah berawal dari Istana, untuk kepentingan dan tujuan tertentu. Tidak mungkin KPK bernyali untuk mengusut Nazar sebagai Bendum dari partai yang berkuasa, apalagi Busyro terpilih dan menjdi ketua KPK di DPR adalah deal PD, kalau tidak mendapat angin dari Istana,” ujarnya.

Lebih lanjut Amin menerangkan dalam pemeriksaan di KPK nanti Nazaruddin harus menyiapkan dan didampingi oleh pengacara handal dan independen, baik sebagai pendamping maupun pembelanya di persidangan.

Terakhir Amin katakan, bahwa ada yang lebih penting dari itu dan patut dicatat, jika Marzuki Ali cerdas membaca kondisi yang ada, dia harus menyadari bahwa sesungguhnya dirinya (Marzuki) sedang dibenturkan dengan Anas, dengan target keduanya bisa dilengserkan dari Demokrat,” tegas Amin. [] ian