HMINEWS, Morowali – Masyarakat Morowali menuntut eksplorasi minyak oleh PT. MEDCO di daerahnya ditutup. Hal tersebut terkait dengan kasus penembakan aparat Kepolisian di lokasi eksplorasi minyk MEDCO terhadap masyarakat sipil di Pulau Tiaka, Kecamatan Mamosalato, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah (Senin 22/08) yang menewaskan 2 orang.

Ketua P3MIB (Paguyuban Morowali), Isrul menambahkan, masyarakat kecewa dan membakar sumur miyak milik PT. MEDCO karena setelah aksi selesai, di perjalanan pulang, kapal massa yang kehabisan bahan bakar ditembaki oleh aparat kepolisian pada waktu kapal massa aksi yang lain mencari bahan bakar. Massa Aksi langsung memutuskan untuk mundur karena satu kapal sudah ditembaki. Jadi, masyarakat mengamuk dan membakar sumur milik perusahaan setalah ada korban tewas dan terluka dikapal” ungkapnya.

Sementara Direktur Yayasan Pendidikan Rakyat (YPR), Dedi Irawan, yang juga tergabung dalam Forum mengatakan bahwa Kepolisian daerah Sulawesi tengah yang dikomandoi oleh Brigjen Pol Dewa Parsana telah gagal membawa misi keamanan di daerah ini. Kepemimpinan beliau mulai dari Wakapolda sampai menjadi Kapolda, kekerasan yang terjadi di Sulawesi Tengah malah terus meningkat.” Katanya.

Masa aksi menuntut agar PT. MEDCO segera ditutup karena kondisi yang selama ini yang terjadi dimasyarakat sudah sangat memprihatinkan. Masyarakat kecewa karena kesejahteraan mereka belum terangkat sejak JOB Pertamina-Medco beropreasi mulai tahun 2005. Padahal pihak manajemen perusahaan telah berjanji akan mensejahterakan masyarakat dengan Comudity development, pemberdayaan masyarakat local, tenaga kerja petani dan nelayan, serta membantu dalam dunia pendidikan. [] Mahadin