HMINEWS – Konsentrasi dan fokus KPK dalam mengusut kasus Nazarudin patut dipertanyakan. Pasalnya KPK terkesan hanya meributkan hal-hal kecil ketimbang permasalahan besar dan penting dalam kasus ini. Demikian disampaikan oleh Juru Bicara Serikat Pengacara Rakyat (SPR) Habiburokhman, SH kepada HMINEWS (28/8/2011).

“Permasalahan kecil terbaru yang diributkan oleh KPK adalah persoalan penggunaan Blackberrry oleh Nazarudin selama ia ditahan di Rutan Mako Brimob . Menurut kami KPK terkesan terlalu mendramatisir dan membesar-besarkan permasalahan tersebut,” Kata Habib.

Alat komunikasi termasuk Blackberry seharusnya memang tidak diperkenakan dipakai secara bebas oleh seorang tahanan. Walau bagaimanapun, seorang tahanan memang harus diperlakukan berbeda dengan orang bebas. Intinya penahanan adalah pengurangan kebebasan orang yang ditahan.

Akan tetapi pada prakteknya, hampir di seluruh rumah tahanan di Indonesia, penggunaan alat komunikasi oleh tahanan adalah hal yang biasa terjadi. Dari kunjungan ke berbagai rumah tahanan di wilayah Jakarta yang sering kami lakukan, Tahanan-tahanan KPK selama ini juga sering terlihat mekakai alat komunikasi dengan bebas.

Jadi sangat aneh, jika sekarang KPK baru meributkan persoalan pemakaian Blckberry oleh Nazarudin, sementara selama ini KPK tidak pernah begitu sibuk mempermasalhkan persoalan pemakaian alat komunikasi oleh tahanan-tahanan lain.

KPK tidak boleh bersikap diskriminatif dalam menegakkan aturan, jika memang tahahan dilarang menggunakan alat komunikasi, maka seluruh tahanan KPK lainnya juga harus dilarang menggunakan alat komunikasi.

Pasca merebaknya  dugaan pelanggaran Kode Etik pimpinan KPK beberapa waktu lalu , kepercayaan publik pada KPK menurun secara signifikan. Dalam kondisi seperti ini seharusnya KPK semakin berhati-hati dalam menjalankan tugasnya dalam kasus Nazarudin.

“Sikap diskriminatif justru akan mencederai kredibilitas pengusutan kasus ini, karena public pasti mempertanyakan apa latar belakang dari perlakuan diskriminatif tersebut ? apakah karena Nazarudin memegang informasi tentang adanya orang-orang penting yang juga terlibat dengan kasusnya ?” tanyanya.

Sebenarnya untuk menegakkan larangan membawa alat komunikasi bagi Nazarudin sangatlah mudah, KPK Cuma perlu mengoperasikan alat pengacak sinyal (Jammer) di Rutan Mako Brimob Kelapa Dua. Dengan adanya Jammer ini maka penyelundukan alat komunikasi dari siapapun kepada Nazarudin tentu akan sia-sia.

Penggunaan Jammer di Rutan Mako Brimob Kelapa Dua sangatlah memungkinkan, mengingat lokasi Rutan tersebut yang terpisah dari instansi publik lain, sehingga Jammer tersebut tidak akan mengganggu kerja instansi lain. Selama ini salah satu kendala penggunaan Jammer di Rutan-Rutan lain adalah turut terganggunya komunikasi  instansi-instansi lain di sekitar Rutan oleh Jammer tersebut. [] lk