HMINEWS – Satu orang dilaporkan tewas oleh polisi dan pihak security MEDCO dalam sebuah kerusuhan di lokasi sumur minyak hasil kerja sama (Joint Operating Body /JOB) Pertamina-Medco E&P Tomori di Pulau Tiaka, Kecamatan Mamosalato, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah (Senin 22/8).

Korban yang tewas adalah mahasiswa bernama Andi Sondeng (21). Sementara lima orang lainnya masih di rawat di rumah sakit Luwuk dan 15 lainnya hilang di tengah laut.

Kapolda Sulawesi Tengah, Brigjen Pol Dewa Parsana, di sela-sela acara buka puasa bersama di Ditlantas Polda Sulteng membenarkan adanya kerusuhan tersebut. Namun, ia belum dapat memberikan keterangan secara terinci karena masih menunggu laporan Kapolres Morowali yang masih berada di lokasi. Dewa Parsana menyebutkan bahwa massa yang mengamuk itu juga menyandera tiga orang polisi dan seorang anggota TNI.

Dalam pernyataannya, ketua FAM Indonesia Wenry Anshory mengutuk keras aksi penembakan tersebut.

“Kami mengutuk aksi penembakan secara brutal dan membabi-buta polisi dan security MEDCO di dalam perahu di perairan luwuk terhadap mahasiswa sepulang aksi di perwakilan PT PMEDCO di Luwuk, Sulawesi”, kata Wenry.

Pulau Tiaka terletak di Kecamatan Mamosalato, Kabupaten Morowali, kawasan perbatasan Kabupaten Morowali dan Banggai, sehingga daerah ini lebih mudah dijangkau dari Luwuk, Ibu kota Kabupaten Banggai, melalui jalan darat selama sekitar empat jam. []