HMINEWS – Manajemen Google hari ini, Ahad 14 Agustus 2011, mengumumkan para pengguna media sosial Google+ wajib memakai nama asli. Pengumuman itu disampaikan manajer produk Google+, Saurabh Sharma, dalam situs YouTube dan Google+

“Jika kami temukan nama Anda palsu, kami beri waktu empat hari untuk memperbaiki, atau kami ambil tindakan,” kata Sharma. Tindakan yang bakal diambil itu adalah jika dalam empat hari tidak dibetulkan, akun yang bersangkutan bakal dihapus. Kebijakan memakai nama asli diterapkan oleh Facebook dan Linkedin.

Google menyatakan ingin menciptakan pertemanan sesuai dengan di dunia nyata. Walhasil, tiap orang harus jujur dengan profil dirinya. Kebijakan sebelumnya, Google memperbolehkan pemilik akun memohon kembali diaktifkan. Namun kali ini tidak.

Kebijakan baru ini membuat marah para pengguna Google+. Mereka beralasan memakai nama asli bisa mengganggu hal-hal bersifat pribadi, bahkan dapat mengancam keselamatan pemilik akun.

“Selama bertahun-tahun meminta anak-anak dan yang lain untuk tidak memakai nama asli di dunia maya dengan alasan privasi dan keamanan,” tulis pemilik akun Google+ dengan nama Gwyddonaid.

Pengguna Google+ lainnya, Emilio Osorio, menyatakan jika nama asli yang dipakai itu bisa mengancam nyawa orang-orang yang hidup di daerah berbahaya, seperti Meksiko yang terkenal dengan geng narkobanya.

Meski masih hitungan bulan, popularitas Google+ terus menanjak. Situs jejaring sosial ini diyakini bakal menjadi pesaing kuat buat Facebook. [] DAILY MAIL/LARA