HMINEWS – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membacakan surat untuk Muhammad Nazaruddin, pada saat buka puasa bersama Partai Demokrat dikediamannya, Puri Cikeas, Bogor Ahad (21/8). Ketua Departemen Komunikasi dan Informatika Partai Demokrat, Ruhut Sitompul mengatakan SBY membacakan surat itu menjelang buka puasa.

“Bapak tadi bacakan sebelum buka,”ujar Ruhut, usai mengikuti buka puasa bersama. Menurut Ruhut, alasan SBY membalas surat tersebut supaya tidak terjadi gonjang-ganjing.

Selaku Presiden dan Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Ia ingin supaya kasus Nazaruddin ini diselesaikan secara hukum, melalui Komisi Pemberantasan Korupsi. Presiden tidak akan melakukan intervensi atas kasus yang menimpa mantan bendahara umum Partai Demokrat tersebut.

Disisi lain, SBY juga tidak akan pilih kasih terhadap kader-kader Partai Demokrat yang bermasalah. “Bapak tegas, mau di Partai atau tidak, kita tidak tebang pilih,”terang Ruhut.

Dalam buka puasa yang berlangsung tertutup buat media, Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Ahmad Mubarok memberikan ceramahnya. Saat berbuka, Ketua Dewan Pembina SBY duduk berdampingan dengan Ketua Umum Anas Urbaningrum dan Sekjen Partai Edhie Baskoro serta ibu Negara Any Yudhoyono.

Dalam kesempatan itu, SBY juga berpesan kepada Partai Demokrat untuk bekerja menjalankan program pro rakyat.
Berkontribusi kepada upaya mengurangi kemiskinan dan penegakan supremasi hukum. Fungsionaris Partai Demokrat Achsanul Qosasih mengatakan SBY berharap kepada seluruh anggota Partai Demokrat dapat saling menguatkan. [] republika/lara