HMINEWS – Di Solo, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kepolisian tidak perlu susah-susah memburu koruptor ke luar negeri. Koruptor sudah menyadari kesalahan mereka dan bersedia datang sendiri untuk diperiksa.

Tentu ini bukan fakta sebenarnya, melainkan harapan warga yang diungkapkan dalam aksi teaterikal yang dilakukan warga di Jalan Slamet Riyadi, Solo, Jawa Tengah.

Warga memerankan para koruptor dan tokoh nasional memakai topeng dan berlomba balap karung menyerahkan diri ke lembaga anti-korupsi itu.

Memakai topeng, para “koruptor” yang sudah tertangkap maupun yang belum serta tokoh nasional yang kini menjadi pembicaraan public melakukan lomba balap karung.

Namun lomba balap karung ini tidak seperti biasanya. Mengenakan topeng mereka berlomba menyerahkan diri ke KPK. Di antara gambar terdapat Muhammad Nazarudin, Gayus Tambunan, Nunun, Mindo Rosalina Manulang, Anggodo, Melinda Dee, dan tokoh lain yang belum ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.

Aksi ini merupakan harapan warga Solo agar para koruptor yang masih buron dan sudah tertangkap untuk kooperatif menjalani permiksaan KPK.

“Ini sebagai hiburan sekaligus harapan agar pemerintah secara serius menuntaskan kasus korupsi,” ungkap Adi, seorang peserta yang mengenakan topeng Nazaruddin, Minggu (14/8/2011). [] okezone/lara