HMINEWS – Istri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Kristina Herawati mengaku deg-degan saat menerima Bintang Republik Indonesia Adipradana yang disematkan suaminya.

“Tentu saja bahagia, bersyukur, campur aduk jadi satu,” ujar Ani Yudhoyono seusai menerima bintang tanda jasa dan kehormatan bersama 29 orang lainnya di Istana Merdeka, Jakarta, kemarin.

Ani bersama Shinta Nurriya Abdurrahman Wahid, Taufiq Kiemas, dan Yang Dipertuan Agung Malaysia Al-Wathiqu Billah Tuanku Mizan Zainal Abidin mendapat anugerah Bintang Republik Indonesia Adipradana.

Bintang Adipradana, berdasarkan Pasal 9 UU 20/2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan, hanya satu derajat di bawah Bintang Republik Indonesia Adipurna. Nama besar lain yang pernah menerima Bintang Adipradana antara lain Jenderal Besar Sudirman (1961), Sutan Sjahrir (1998), dan Adam Malik (1973).

Penyematan bintang kepada Ani Yudhoyono memicu polemik. “Pemberian penghargaan itu hanya untuk menambah popularitas Ani Yudhoyono karena akan diusung sebagai calon presiden,” ujar anggota DPR Desmon J Mahesa.

Namun, Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum meminta agar penyematan bintang itu tidak dikait-kaitkan dengan peluang Ani untuk maju dalam Pilpres 2014. “Pemberian penghargaan tidak berdasarkan unsur capres pada 2014. Pemberian tersebut layak atas jasa Ibu Ani selama ini yang membantu kinerja SBY,” kata Anas.

Menko Polhukam Djoko Suyanto selaku Ketua Dewan Gelar dan Kehormatan juga menilai Ani Yudhoyono pantas menerima Bintang Republik Indonesia Adipradana. Ia menilai Ani telah berjasa mendampingi Presiden Yudhoyono selama tujuh tahun memimpin Indonesia.

Sejarawan dari LIPI, Asvi Marwan Adam, menilai pemberian gelar kepada Ani sebagai upaya melanggengkan tradisi obral penghargaan pada era Orde Baru. Ketika itu, kata dia, semua menteri dan pendamping mereka dianugerahi penghargaan Bintang Mahaputra dan Adipradana. “Semua gelar itu seperti diobral,” jelasnya.[]MI/ian