HMINEWS.COM

 Breaking News

SBY Lengser Sebelum 2014

August 10
20:21 2011

HMINEWS – Gerakan turunkan SBY tak bisa dianggap remeh. Gerakan yang digalang masyarakat sangat mungkin membuat SBY lengser sebelum 2014.

Menurut ahli Indonesia dari Notrhtwestern University AS, Prof Jeffrey Winters, sangat sulit memprediksi kalau gerakan menurunkan presiden SBY yang digalang masyarakat akan gagal. Setiap kemungkinan, kata Jeffrey, bisa saja terjadi.

“(Apalagi) kalau lewat prosedur hukum. Itu sangat mungkin (turun),” kata Jeffry dalam diskusi perubahan bertema ‘Pengadilan Hosni Mubarak; Pelajaran bagi Indonesia’ yang diselenggarakan Rumah Perubahan, di Duta Merlin, Jakarta Pusat, Selasa (9/8/2011).

Menurut Jeffrey Winters, kasus Nazaruddin dan dugaan keterlibatan kader Partai Demokrat dalam beberapa kasus hukum, membuat kekuasaan SBY melemah secara cepat.

Untuk menghindari terjadi terus pelemahan tersebut, kata Jeffrey Winters, SBY harus menunjukkan sikap tidak membela atau mentolelir terhadap dugaan-dugaan korupsi yang dilakukan kader Demokrat tersebut. “Tapi kelihatannya selama ini sikapnya (SBY) nol,” paparnya seperti dilansir RM Online.

Ia menambahkan, kasus Nazaruddin dan dugaan keterlibatan dalam sejumlah kasus yang dilakukan beberapa petinggi Demokrat benar-benar menggerus citra kekuasaan dan bukan tidak mungkin menjadi dasar lahirnya gejolak untuk menurunkan SBY.

Menurutnya, kalau Presiden SBY ingin kembali full power maka secepatnya harus membereskan Partai Demokrat dari berbagai kasus tersebut. “Kalau tidak bertindak cepat, ragu-ragu maka kewibawaannya luntur. Yang jelas, kalau tetap ingin jadi figur yang relevan, perlu sekali tindakan yang tegas. Ini hidup mati buat dia, sebagai presiden di Indonesia,” tandasnya.

Jeffrey Winters memaparkan, SBY akan kehilangan relevansi sebagai Presiden hingga 2014 bila tidak segera mengambil sikap tegas. Apalagi belakangan masyarakat sudah tidak tahan lagi dengan berbagai pengalaman penanganganan perkara hukum yang dilakukan oleh aparat.

“Indeks rasa muak sudah sangat tinggi sekali. Masyarakat menilai jaksa, hakim, polisi menjadi musuh rakyat, musuh masa depan Indonesia karena tetap memilih prinsip uang, bukan keadilan,” bebernya.(ian/rmol)

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.