JAKARTA, RIMANEWS – Sejak Reformasi 98 hingga sekarang, banyak agenda Bangsa yang belum terwujud secara maksimal. Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam (PP GPI) menilai Reformasi 98 merupakan sikap yang tepat untuk melakukan pembenahan secara menyeluruh terhadap persoalan kebangsaan.

Menurut Rahmat Kardi, Ketua Umum PP GPI, agenda Reformasi 98 telah dibelokkan oleh segelintir elit politik Nasional untuk kepantingan pribadi dan Partai akibatnya rakyat menjadi korban.

“Rakyat sebenarnya belum menikmati buah dari reformasi, Pemimpin Bangsa selalu sibuk memikirkan kepentingan pribadi dan partainya” kata Kardi dalam diskusi mingguan GPI di Jakarta, Minggu (14/8/2011).

Pemerintahan SBY-Boed, tambah Kardi, harus lebih serius lagi dalam menyelesaikan agenda Reformasi, terutama dalam bidang kesejahteraan rakyat.

Ketua Bidang Politik dan Sosial GPI, Rudi Hartono  menambahkan Pejabat publik yang memiliki tanggung jawab harus bekerja tanpa pamrih dan ragu-ragu dalam menuntaskan agenda reformasi.

“Pejabat publik harus bekerja sesuai dengan semangat Undang Undang Dasar 45 dan Pancasila demi terwujudnya masyarakat yang adil dan sejahtera ” kata Rudi.[]ian