HMINEWS – Gerakan rakyat turunkan SBY-Boediono setelah lebaran yang dipelopori tokoh nasional Rizal Ramli dan sejumlah aktivis mendapat perlawanan dari sejumlah Organisasi Kepemudaan (OKP) dan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas). 15 OKP dan Ormas siap mengamankan Kepemimpinan SBY-Boed hingga 2014.

OKP dan Ormas tersebut terdiri dari Gerakan Pemuda Islam (GPI), Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (HIMA Persis), Pemuda Mahasiswa Pancasila (Mapancas), dll.

Juru bicara Gerakan pendukung SBY-Boed, Rudi Hartono mengatakan ditahun kedua kepemimpinan SBY-Boed sebenarnya sudah berjalan sesuai dengan yang diinginkan rakyat, pertumbuhan ekonomi terus meningkat, koruptor ditangkapin dan dunia Internasional masih mempercayai kepemimpinan SBY-Boed.

Sebelumnya, dalam diskusi santai yang digelar di Rumah Perubahan 2.0, Jakarta Pusat, para  aktivis dari berbagai angkatan menyatakan kesiapan untuk segera mendesak perubahan.

“Usai lebaran, kami akan turun ke jalan-jalan menuntut perubahan,” ujar Hatta Taliwang, salah seorang aktivis, Rabu, 24 Agustus malam.

Rudi menilai gerakan perubahan yang diusung para aktivis tersebut tidak jelas arah perubahan yang diinginkan, karena mereka tidak memiliki agenda jangka panjang yang transparan.

“SBY-Boed itu adalah Presiden dan Wakil Presiden yang mendapat mandat langsung dari rakyat, jadi tidak ada alasan bagi para aktivis untuk menjatuhkan SBY-Boed ditengah jalan, kata Rudi di Jakarta (25/8)

Rudi menambahkan, Pemerintahan SBY-Boed sejak awal sudah bertekad untuk terus mempertahankan proses konsolidasi demokrasi dengan memperkuat proses pelembagaan lembaga demokrasi, progaram pro rakyat terus dijalankan dan penegakan hukum masih terus berjalan.

Dalam melanjutkan pembangunan nasional serta agenda reformasi, SBY-boed telah banyak melakukan perubahan, Rudi menilai perubahan tersebut hingga kini terus berjalan.

“Keliru, jika ada pihak-pihak yang mengatakan Pemerintahan SBY-Boed gagal” kata Rudi

Rudi menyerukan kepada seluruh komponen bangsa, tokoh, Elite politik serta pemerintah untuk bersam-sama melakukan dialog sebagai cara yang sangat elegan dalam memajukan bangsa ini.

“Kami menentang keras cara-cara inkonstitusional yang dilakukan segelintir elite politik yang berniat menggulingkan pemerintahan SBY-Boed ditengah jalan” demikian Rudi.(ian)