HMINEWS- Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) menandaskan hukum tidak boleh tebang pilih di dalam mengusut nama-nama pejabat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang diguga terlibat rekayasa kasus.

Meskipun komisioner KPK Chandra M Hamzah merupakan alumnus HMI, keadilan merupakan harga mati yang harus dituntaskan. HMI pun menegaskan mereka tidak akan melindungi Chandra.

“Bicara masalah keadilan, itu harga mati. Keadilan harus dituntaskan, tidak peduli latar belakangnya apa,” tegas Ketua Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) Noer Fajriensyah, Ahad (31/7).

Sebelumnya, tersangka kasus suap proyek Wisma Atlet SEA Games, Muhammad Nazaruddin yang menjadi buron internasional menuding pimpinan KPK yakni Chandra M Hamzah dan M Jasin terlibat suap. Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat itu juga menyebut Deputi Penindakan KPK Ade Raharja (kini pensiun) dan juru bicara KPK Johan Budi SP terlibat dalam pertemuan dengan dirinya.

Menurut Noer, HMI merupakan lembaga independen yang memiliki banyak alumni di setiap lini politik dan pemerintahan. Maka itu, dengan perkembangan yang ada sekarang justru mereka harus memperlihatkan bahwa hukum tidak boleh tebang pilih.

“Hukum di mata semua orang sama. Enggak akan ada perlindungan. Kita tidak melihat dia alumni atau tidak,” tutur Noer.