HMINEWS – Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad dalam wawancara dengan televisi al-Manar, Lebanon pada Rabu malam (24/8), mengatakan cita-cita pembebasan al-Quds dan mendukung gerakan-gerakan muqawama, selamanya tidak terpisahkan dari kebijakan luar negeri Republik Islam Iran.

Ahmadinejad menyeru negara-negara regional untuk bersikap waspada dalam menghadapi trik-trik kekuatan imperialis. Ia menegaskan pentingnya berkonsentrasi pada slogan bangsa-bangsa regional dalam melawan rezim Zionis Israel dan hegemoni Amerika Serikat.

“Awas! Jangan ada yang bergerak sejalan dengan musuh,” tukasnya.

Lebih lanjut, Ahmadinejad menuturkan, semua pihak harus saling membantu dan memberikan kontribusi dalam menyelesaikan masalah negara-negara regional secara bersahabat dan bersaudara. Ditambahkannya, ini adalah kewajiban Islam dan kemanusiaan.

Dalam menanggapi pertanyaan tentang prioritas kebijakan luar negeri Iran menyangkut pembebasan Quds, gerakan muqawama, dan transformasi regional dan internasional, Ahmadinejad menjelaskan, masalah Quds tidak hanya menjadi perhatian utama Republik Islam Iran atau dunia Arab dan negara-negara Islam, tetapi masalah besar bagi negara-negara dunia.

“Quds adalah jantung Timur Tengah dan setiap kekuatan yang mampu menguasai itu, maka ia dapat mengelola transformasi di seluruh wilayah,” tandasnya.

“Kekuatan hegemoni dan kolonialis telah datang dengan kesimpulan mereka memerlukan metode baru untuk memperpanjang cengkramannya di kawasan, sehingga mampu menguasai dunia,” tambahnya.

Pada kesempatan itu, Presiden Iran mengatakan, rezim Zionis didirikan berdasarkan mentalitas materialis dan merupakan wakil dari pandangan dunia penindas, yang ingin memerintah dunia berdasarkan penipuan dan egoisme.

Menurut Ahmadinejad, esensi pemikiran materialis dapat dilihat dalam perilaku rezim Zionis. Israel ditugaskan untuk terus menciptakan ketidakamanan di kawasan. Ditambahkannya, melawan rezim Zionis setara dengan melawan kekuasaan penindas dunia, kekuatan hegemoni dan penjaga.

Mengenai upaya Palestina untuk mendapatkan pengakuan PBB, Ahmadinejad kembali menegaskan, Palestina selalu ada dan penindas telah berusaha sia-sia untuk menghilangkan dan membentuk sebuah rezim baru. Iran selalu menganggap Palestina sebagai pemilik sesungguhnya tanah Palestina.

“Jika pembentukan pemerintah Palestina akan menjadi langkah menuju pembebasan seluruh Palestina dalam jangka panjang, Republik Islam Iran menyambut inisiatif ini,” tambahnya.[]irb/ian