HMINEWS – Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Banyumas Raya, Rabu (24/8/2011) siang, menggelar unjuk rasa menolak rencana kedatangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ke Cilacap dan Banyumas.

Presiden SBY dijadwalkan melakukan safari Ramadan ke dua daerah tersebut pada Kamis (25/8/2011). “Haram hukumnya tanah Banyumas diinjak SBY,” kata Koordinator Lapangan Aksi, Bagus Arif.

Pernyataannya itu bertolak belakang dengan semangat para pendiri bangsa, seperti Tan Malaka dan Panglima Besar Jenderal Soedirman yang pernah mendeklarasikan 100 persen merdeka dari penjajah di Purwokerto.

Dalam orasinya ia mengatakan kepemimpinan SBY belum berhasil dan dinilai gagal untuk membebaskan diri dari cengkeraman koruptor. SBY oleh mahasiswa dinilai tidak mempunyai komitmen untuk menegakkan pemberantasan korupsi di Indonesia.

“Buktinya, surat dari koruptor langsung dibalas. Sementara surat dari korban pelanggaran HAM tidak pernah ditanggapi,” lanjutnya.

Selain melakukan orasi, mahasiswa yang berunjuk rasa di depan Gedung RRI juga membentangkan sejumlah spanduk. Mereka juga membawa keranda berwarna putih yang ditujukan untuk koruptor.

Pada akhir orasinya, mahasiswa menuntut agar pemberantasan korupsi dimulai dari kalangan istana negara. “KPK harus berani mengusut indikasi korupsi yang berawal dari istana,” katanya.[]tribun