HMINEWS – Juru bicara Kementerian Republik Islam Iran, Ramin Mehmanparast menyatakan bahwa bangsa-bangsa Muslim kini lebih bertekad untuk menghentikan Israel dan membebaskan Palestina pendudukan.

“Perkembangan yang kita saksikan dalam beberapa bulan terakhir di kawasan adalah gerakan menuju kemerdekaan di negara-negara regional dan partisipasi rakyat dalam menentukan nasib mereka,” kata Mehmanparast Rabu (24/8).

Ditambahkannya bahwa negara-negara regional juga bergerak mematahkan ketergantungan mereka terhadap kekuatan adidaya dan para suporter rezim ilegal Zionis (Israel).

Pejabat Iran itu menilai masalah Palestina dan Baitul Maqdis Timur (Jerusalem) sebagai salah satu isu paling serius di Timur Tengah dan menyatakan bahwa Israel yag berupaya mewujudkan tujuannya dengan memanfaatkan kekuatan dominasi adidaya dunia di kawasan dan dukungan mereka terhadap serangan-serangannya itu, kini menyaksikan runtuhnya para diktator di kawasan.

“Kami telah memperingatkan sejumlah negara di kawasan termasuk negara-negara Muslim bahwa perselisihan antarnegara dan kelompok Islam hanya akan menguntungkan kepentingan musuh Islam, khususnya rezim ilegal Zionis (Israel),” tegas Mehmanparast.

Juru bicara Kementerian Republik Islam Iran itu menambahkan bahwa Israel tidak boleh dibiarkan menciptakan perselisihan antarnegara dan kelompok-kelompok Islam.

Pendiri Republik Islam Iran, Imam Khomeini, mengumumkan hari Jumat terakhir pada bulan Ramadhan sebagai Hari al-Quds Internasional, dalam rangka menunjukkan solidaritas dunia Muslim terhadap Palestina, dan juga meningkatkan kesadaran masyarakat dunia atas pendudukan dan kejahatan rezim Zionis Israel.

Dalam hal ini Imam Khomeini mengatakan, “Hari al-Quds adalah hari universal. Hari kebangkitan bagi orang-orang tertindas dan perlawanan melawan arogansi.”[]