HMINEWS – Jakarta, Rabu (17/8/11), bertepatan perayaan HUT proklamasi Republik Indonesia (RI) yang ke-66 dan bulan suci Ramadhan, Yayasan Anand Ashram kembali mengadakan bhakti sosial. Pusat pelatihan meditasi dan kesehatan holistik yang didirikan oleh Anand Krishna ini bekerjasama dengan Yayasan Perguruan Mataram – Sekolah St. Caroline, dan Rukun Warga (RW) Sunter Jaya. Acara bertempat di sekolah St. Caroline Sunter Jaya, Jakarta Utara.

Yayasan Anand Ashram mengajak warga Sunter Jaya dan sekitarnya untuk memaknai perayaan proklamasi HUT RI ke-66 dengan semangat ‘memberi’. Konkritnya, melalui kegiatan aksi donor darah. Ajakan ini disambut baik oleh segenap warga Sunter Jaya, pengurus Yayasan Perguruan Mataram, dan terutama guru-guru di sekolah St. Caroline.

Maka tak heran antrian sekitar seratusan orang berjajar rapi sejak 08.30 WIB hingga pukul 12.00 siang. Meskipun sebagian dari peserta donor darah sedang melakukan ibadah puasa, keinginan mereka untuk berbagi tak surut jua.

Para pendonor yang berusia 17-50 tahun yang hadir tidak serta merta dapat menyumbangkan darahnya. Kenapa? karena beberapa alasan pertimbangan kesehatan. Misalnya tidak boleh, bagi perempuan yang sedang datang bulan (haid), mereka yang sedang mengkonsumsi obat antibiotik, merasa tidak sehat, atau mengidap penyakit serius lainnya.

“Ada kebutuhan mendesak akan persedian darah ketika bulan Ramadhan berlangsung,” ungkap salah seorang pegawai Palang Merah Indonesia (PMI) Jakarta Utara yang sedang bertugas.

Meski biasanya warga Sunter Jaya memiliki aneka kegiatan rutin bila perayaan kemerdekaan tiba, namun antusiasme warga sungguh patut dipuji.

“Salut dengan teman-teman yang bersedia meluangkan waktu untuk memfasilitasi Palang Merah Indonesia Jakarta Utara dan Pendonor di saat hari kemerdekaaan negara kita. Teruskan semangat berbagi kepada sesama. ‘Hoki’ untuk kita, para anak bangsa Indonesia,” ujar Eddy Soetrisno (36), salah seorang pimpinan Yayasan Mataram bersemangat. Ia merupakan pendonor pertama pagi ini.

Lalu bagaimana saudara kita yang sedang menjalankan ibadah puasa?

“Puasa?  Siapa takut? Betapa indahnya kami sebagai Muslim bisa ikut mendonor. Ini adalah berkah bisa berpartisipasi. Kami mau dong jika diajak lagi, meski di saat puasa,”  terang Norma Harsono (58) salah seorang pendonor yang sedang berpuasa. Sejak pagi mereka sekeluarga sudah  mempersiapkan diri. Bagi mereka, meskipun sedang menjalankan ibadah puasa, bukanlah halangan untuk tetap menyumbangkan darahnya.

Dokter Made Aryana (44) dari Yayasan Anand Ashram mengatakan ada 5 manfaat donor darah bagi pendonor. Yakni menjaga kesehatan jantung, meningkatkan produksi sel darah merah, membantu penurunan berat tubuh, mendapatkan kesehatan psikologis, mendeteksi penyakit serius – di saat pemeriksaan.

Di antara pendonor, terdapat salah seorang mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Indonesia (FIB – UI) asal Laos, Vientiane, Mr. Souksavay Bounnara (23), salah seorang peserta program pertukaran mahasiswa, “Saya merasa sehat, harapan yang bagus. Saya bisa merasakan semua orang bahagia. Saya merasa mereka sedang berbuat baik meskipun sedang puasa, kita tetap dapat berbuat baik untuk semua.”

Ada rasa puas terpancar dari wajah para pendonor usai gilirannya.  Mereka bahagia, meski pengalaman tersebut yang pertama bagi mereka. Dan ada pula yang sudah 50 kali lebih melakukan donor darah. Donor darah? Siapa takut? (Reporter: David Edzar Purba, Fotografer: Prabu Dennaga, Editor: T. Nugroho A)