HMINEWS – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshiddiqie mengatakan terjangan yang terus bertubi-tubi yang menerpa Partai Demokrat dan Ketua Umumnya, Anas Urbaningrum, seharusnya dilokalisir dengan sikap yang bijaksana. Salah satu cara untuk meredam adalah sikap bijaksana Anas untuk nonaktif.

“Kalau dia (Anas Urbaningrum) mau bantu Partai Demokrat, dia suka rela saja. Maksudnya nonaktif. Itu lebih bijaksana dari segi institusi itu sendiri,” kata Jimly yang ditemui di kediaman Ketua MPR RI Taufiq Kiemas, di Jakarta, Selasa (9/8).

Masalah yang paling serius dalam berbangsa dan bernegara saat ini, kata Jimly, adalah kekotoran dan ketidakadilan. Ia menilai banyak kasus seperti yang dialami Prita Mulyasari, kasus iPad dan Mbok Minah seakan terpinggirkan dalam keadilan.

“Sementara kita melihat korupsi, seakan tidak pernah tobat. Bahkan tokoh-tokoh muda terlibat juga dalam perbuatan tercela ini, seperti Nazaruddin (mantan Bendahara Umum partai Demokrat),” katanya.

Skandal dan tudingan yang menerpa Partai Demokrat, terutama Anas urbaningrum, juga dinilai merugikan baginya. “Sulit bagi Anas untuk membersihkan namanya,” kata Jimly.

Untuk itu Jimly menyarankan agar Anas bersikap bijaksana dalam menyikapi kasus yang menerpanya itu.(ian/MI)