HMINEWS – Mantan Ketua MPR, Amien Rais, mengkritik keras Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Amien menilai para pimpinan KPK telah ikut bermain sandiwara. Politisi senior dari Partai Amanat Nasional (PAN) itu meminta agar KPK berhenti bersandiwara.

“Saya kira KPK harus menghentikan sandiwaranya,” kata Amien kepada pers, Senin (22/8), saat buka bersama di kediaman Sekjen PAN, Taufik Kurniawan, di Jakarta.

Mantan Ketua Umum PAN itu mengaku sejak dulu hanya punya kepercayaan sedikit sekali terhadap KPK. Dengan tegas Amin mengaku berbeda dengan pendapat ratusan juta masyarakat Indonesia yang menilai KPK itu baik.

“Di KPK banyak, banyak manusia busuk, markus, mafia. Sekarang popularitas yang tinggal 41,6 persen, masih nekad menyatakan dirinya bagus. Jadi saya mungkin beda dengan publik opini. KPK banyak mafia, markus. Tikus  curut harus dibersihkan dan jangan  pernah injak KPK lagi,” kata Amin.

Ia menegaskan, lembaga KPK memang harus diteruskan, atau tetap ada. Tapi, tegasnya, oknum KPK harus diperiksa kembali dengan membentuk tim independen dan melihat rekam jejak. “Singkirkan sejauh-jauhnya oknum (yang bermasalah) biar KPK bisa mantapp,” katanya.

Dia menjelaskan, sandiwara KPK yang dimaksudnya adalah ketika menjadi Ketua MPR dulu membayangkan KPK adalah sebuah lembaga superbody yang dapat memberantas kasus korupsi besar dengan skala hingga ratusan triliun.

“Tapi, sekarang KPK menurunkan tim untuk mendatangi pejabat hanya untuk melihat sumbangan ilegal atau tidak. Ini menghina rakyat. Kemudian mengejar SPj anggota DPR. Kemudian, hal kecil saja, sedangkan kasus besar KPK lari terbirit-birit,” katanya.

“Kasus Century itu kurang apa?  DPR sudah membuka. BPK sudah membuka. Kasus Gayus, juga apa. Alasannya semua kurang bukti. Sudahlah, KPK tidak ada kehebatan sama sekali,” ungkap Amin.

Serangan Politisi PAN Pada KPK

Dradjad Wibowo, 29 April 2010

“KPK saat ini sepertinya sudah diintervensi penguasa sehingga tidak segarang dan setegas KPK yang lalu dimana terlihat tidak ada keragu-raguan dalam memeriksa siapa saja yang dianggap terindikasi melakukan korupsi. KPK saat ini sudah melempem,” ujar Dradjad menanggapi lambannya KPK memeriksa Wapres Boediono dan Menkeu Sri Mulyani terkait kasus Century.

Ketua MPP PAN Amien Rais, 19 Februari 2011

“Orang boleh bilang KPK malaikat, tapi saya yakin lembaga itu penuh mafioso. Dalam 9 bulan ke depan merupakan ujian bagi KPK. Jika tidak bisa membedah dan menuntaskan sejumlah kasus besar, sebaiknya keberadaan KPK dikaji ulang,” kata Amien usai mengikuti pelantikan pengurus Muhammadiyah dan Aisyiyah Semarang di Aula RS Roemani, Jl. Singosari.

Ketua F-PAN Tjatur Sapto Edi, 30 Juni 2011

“Jangan yang ditangkap koruptor yang kecil saja. Banyak koruptor kelas kakap yang mengejek kita dari Singapura dan Hong Kong, jadi KPK harus punya roadmap jelas dan ada skala prioritas,” kata Ketua dari F-PAN Tjatur Sapto Edi seusai diskusi bertajuk “KPK Nasibmu Kini” di Warung Daun, Jakarta.

Menkum HAM yang juga fungsionaris PAN Patrialis Akbar, 20 Juli 2011
“Orang nggak peduli lagi sama KPK ini. Saya lihat kurang saja. Nggak kayak (seleksi) dulu-dulu lagi. Kurang semangat masyarakat,” kata Patrialis, menanggapi sedikitnya masyarakat yang berpartisipasi memberi saran dan masukan terhadap sosok 142 calon pimpinan KPK yang akan menjalani tahap seleksi kedua, yaitu tes penulisan makalah, di Gedung Kemenkum HAM, Jakarta.

Sekretaris F-PAN Teguh Juwarno, 1 Agustus 2011

“Lebih baik Pak Busyro mengembalikan wibawa KPK yang makin terpuruk daripada larut dalam kontroversi pernyataan Pak Marzuki. Pak Busyro menyingkirkan orang-orang yang bermasalah dan mengembalikan wibawa KPK,” ujarnya, di Gedung DPR.

Sekjen PAN Taufik Kurniawan, 2 Agustus 2011

“Kami tidak ikut-ikut intervensi karena itu wewenang partai masing-masing. Kecuali melanggar kode etik dalam Badan Kehormatan,” tegas Sekjen PAN Taufik Kurniawan menanggapi wacana mosi tidak percaya terhadap Marzuki Alie yang usul membubarkan KPK.(jpnn/ian)