HMINEWS – Isu adanya teror untuk menjegal calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan adanya Tim Mawar di Komisi III DPR diduga sengaja dihembuskan oleh sekelompok Tim Sukses atau pendukung salah satu calon pimpinan KPK yang diragukan independensinya. Calon tersebut sampai saat ini masih tercatat sebagai anggota Satgas Pemberantas Mafia Hukum (PMH) yangh dibentuk penguasa dan menjadi alat pencitraan Istana. Demikian diungkapkan anggota Komisi III DPR-RI, Bambang Soesatyo melalui rilis persnya kepada RIMANEWS

Dari 10 nama calon pimpinan KPK, setidaknya ada dua nama (selain Busyo Muqodas) yang memang sudah terpilih, yakni Bambang Widjoyanto dan Abdullah Hehamahua, yang memiliki integritas tinggi, kredibilitas kuat dan punya akuntabilitas.

”Saya pribadi tetap konsisten akan memilih Bambang Widjoyanto dan Abdullah Hehamahua. Saya akan yakinkan Partai Golkar untuk mempertimbangkan kedua nama tadi, karena saya yakin mereka dapat memperbaiki citra KPK yang saat ini tengah terpuruk,” katanya.

Mengenai Yunus Husein, lanjut Bambang, kita di DPR punya catatan tersendiri, mengingat yang bersangkutan adalah anggota Satgas Pemberantasan Mafia Hukum yang notabene alat politik bagi presiden. Kita meragukan Yunus Husein dapat bekerja secara independen tanpa kooptasi dari Istana.

”Soal rekam jejak dan gaya hidup para calon pimpinan KPK sangat penting ditelusuri, agar KPK ke depan tidak tersandera oleh masa lalu pimpinannya,” tukas politisi Partai Golkar ini.[ach]