HMINEWS – Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang juga Anggota dewan dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, M Prakoso, menolak tawaran Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjadi calon Duta Besar Indonesia untuk negara Italia. Hal ini dilakukan karena ada masalah pribadi yang tak bisa diungkapkan. Selain itu, Prakoso juga belum mempertimbangkan dengan keluarganya mengenai tawaran tersebut.

Menurut Ketua Fraksi PDIP Tjahjo Kumolo, Prakosa diajukan sebagai calon Dubes karena Prakosa pernah menjabat sebagai Menteri Kehutanan di masa pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri. Sedangkan SBY menjabat Menkopolhukam. Oleh karena itu, keduanya telah saling mengenal dengan baik.

“Prakosa kan sama-sama menteri dengan SBY dulu, jadi sekarang dipertimbangkan. Presiden sudah kenal pak Prakosa. Alasannya yang saya terima tembusannya, karena masalah pribadi dan belum ada keputusa bersama dari keluarga saja,” kata Tjahjo, dalam pesan singkat kepada wartawan, Senin, (22/8/2011).

Selain itu, lanjut Tjahjo, Prakoso yang juga Ketua Badan Kehormatan DPR masih ingin fokus pada pekerjaannya sebagai Ketua BK dan anggota Komisi IV DPR. “Saudara Prakosa masih ingin konsentrasi sebagai anggota DPR dan Ketua BK DPR sebagai penugasan fraksi,” tuturnya.

Prakoso dikabarkan telah menyampaikan maafnya kepada Presiden karena telah menolak tawaran Presiden tersebut. “Beliau menyampaikan maaf karena keberatan dicalonkan jadi Dubes dan belum bisa menerima penghormatan dari Presiden,” tukas Tjahjo.

Seperti yang diketahui, nama Prakoso sebenarnya termasuk dari 34 nama yang diajukan Presiden SBY ke DPR. Namun, ia menolak tawaran tersebut. Oleh karena itu, hari ini Komisi I DPR hanya melakukan proses fit and proper test pada 33 calon Dubes RI lainnya.[]kmps