HMINEWS – Muhammad Misbakun, mantan terpidana L/C fiktif akan mengingatkan kembali masyarakat akan kasus Bank Century bahwa kasus tersebut belum selesai.

“Saya sudah kembali. Keinginan orang yang menjadikan penjara untuk menakut-nakuti saya telah gagal. Saya gak pernah takut dan takluk. Saya ingin buka kembali ingatan orang bahwa kasus Bank Century belum selesai,” demikian dikatakan oleh salah seorang inisiator Hak Angket Bank Century Muhammad Misbakhun dalam keterangan persnya di Jakarta, Selasa malam (23/8).

Tim Sembilan, kata mantan terpidana pemalsuan L/C fiktif itu akan terus bergerak dan Hak Menyatakan Pendapat (HMP) sangat sulit untuk dihindari

“Karena proses hukum yang melempem. Pisau hukum tajam kepada lawan politik tapi tumpul terhadap kawan sendiri. Semua orang melihat bagaimana semua direkayasa dimana proses hukum direkayasa dan ini tanda-tanda kehancuran rezim sekarang. Sistem hukum seperti ini tidak bisa dibiarkan. Rekayasa dan memainkan hukum seenaknya adalah permainan pencitraan rezim,” kata Misbakhun

Sementara itu, anggota Tim Sembilan lainnya, Bambang Soesatyo mengatakan, semua pihak jangan meragukan komitmen Tim Sembilan untuk menuntaskan kasus Bank Century.

“Keluarnya Misbakhun diharapkan bakal mendorong pengungkapan kasus bailout Bank Century. Jadi kalau ada pihak-pihak yang meragukan komitmen kami, itu salah besar. Kami akan menuntaskan kasus Bank Century,” tegas Bambang.

Oleh karenanya, dirinya sependapat dengan Misbakhun yang akan menggalang HMP.

“Kita berencana menggalang HMP, kita hanya tunggu konfirmasi hasil audit investigasi BPK yang dijanjikan akan tuntas bulan Oktober-November ini,” ujar Bambang.

Sementara itu, anggota Tim Sembilan lainnya, Chandra Tirta Wijaya dari FPAN menyatakan, hasil audit forensik terbaru dari BPK sudah selesai 35 persen saja dan baru ada 7 item yang diperiksa.[]ach