HMINEWS.COM

 Breaking News

Muslim Pattani, Setiap Hari ada Tiga Terbunuh

July 08
09:50 2011

Kuala Lumpur, HMINEWS – Penindasan lebih banyak dialami oleh ummat Muslim yang hidup  di negara-negara non-Muslim. Bukan hanya di Afrika ataupun benua lainnya, di wilayah terdekat kita, Thailand, ummat Muslim mengalami banyak penindasan. Ummat Muslim Pattani yang hidup di tiga Wilayah Selatan Thailand, yaitu Narathiwat, Pattani dan Yala, selalu mengalami ketertindasan dan hidup dalam keterbelakangan. Muslim Pattani adalah orang Melayu yang menjadi minoritas di negeri Thailand, namun mereka adalah mayoritas di wilayah bagian selatan.

Musllim Pattani, 3 orang terbunuh tiap hari

Saat ini terjadi sekurang-kurangnya tiga orang terbunuh setiap hari di Selatan Thailand. Mereka menjadi korban tentara yang bertindak secara sewenang-wenang terhadap masyarakat Muslim. Tentara yang rata-rata bukan dari kalangan penduduk asli menjadikan warga Pattani sebagai obyek untuk di eksploitasi dan ditindas.

“Sesungguhnya  kerusuhan-kerusuhan yang terjadi di Selatan Thailand sengaja diciptakan oleh tentara, lalu mereka mengkambinghitamkan warga yang berbuat dan menuduh mereka sebagai teroris. Tujuannya jelas, agar tentara bisa menarik pendanaan dari Bangkok. Oleh karena itu, minimal setiap tiga bulan pasti ada kerusuhan”, papar Ismail salah satu aktivis Muslim Pattani kepada HMINEWS di Kuala Lumpur (07/07/2011).

25 Oktober 2004, Tentara Thailand membantai ratusan warga Muslim Pattani di Takbai. Setidaknya 85 orang terbunuh, 60 luka, dan 59 lainnya dipenjarakan.

Ismail yang ditemui HMINEWS disela-sela mengikuti acara Kongres Persekutuan Pelajar Islam Asia Tenggara (PEPIAT) tersebut menyesalkan lemahnya perhatian dari kalangan Muslim di Asia Tenggara terhadap nasib saudara-saudara mereka di Pattani. “Saat ini rata-rata tiga orang terbunuh, mereka menjadi sasaran tembakan gelap dari orang-orang yang tidak dikenal. Mereka naik mobil tanpa plat dna dengan mudahnya menembaki penduduk”, katanya.

“Atas keprihatinan terhadap nasib kaum muslimin di Pattani-lah Kongres PEPIAT diselenggarakan”, kata Raushanfikr yang hadir mewakili delegasi HMI dalam Kongres tersebut. Kongres PEPIAT diselenggarakan di Kuala Lumpur, 5-7 Juli 2011 dan secara khusus membahas isu-isu kekerasan di Selatan Thailand. Kongres dihadiri organisasi-organisasi anggota PEPIAT seperti Persatuan Kebangsaan Pelajar Islam Malaysia (PKPIM), Persatuan Pelajar Islam Indonesia (PII), Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) serta utusan dari beberapa negara Asia Tenggara lainnya. [] lk

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

3 Comments

Write a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.