HMINEWS – Desakan agar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono segera meninggalkan Partai Demokrat dan fokus bekerja di pemerintahan semakin kencang. Hal ini disebabkan, karena terlalu banyak energi SBY terkuras untuk mengurusi partainya tersebut. Apalagi, tadi malam, SBY menggelar konferensi khusus hanya untuk membahas kisruh di partainya.

“SBY kan Pembina Partai Demokrat, otoritas tertinggi. Sebagian energinya tersita ke sana. Harusnya biarlah yang lain saja mengurus itu. Presiden kita ini nggak. Dia masih tetap bertahan di situ,” kata Wakil Ketua DPD La ode Ida sesaat lalu.

“Pejabat publik itu kan harus fokus pada jabatannya kan. Karena rakyat itu memilih dia, membayar dia untuk mengurus kepentingan publik. Kalau masih mengurus, atau sebagian waktunya tersita mengurus kepentingan kelompok itu artinya dia menyalahi hakikat mandat rakyat. Itu yang saya pahami,” tambah senator asal Sulawesi Tenggara ini.

Mantan aktivis ini sebenarnya masih bisa memaklumi SBY tetap menjabat di Partai Demokrat. Asalkan, partainya itu bersih dari korupsi dan SBY mengomandoi melalui partai untuk menjadikan pemerintahan yang juga bersih dan bebas dari korupsi.

“Ini kan tidak. Justru partainya yang sekarang ini terbukti, sebagian oknum di dalamnya terlibat dalam mafia, seperti Nazaruddin itu. Itu artinya, dia sudah menyita waktu untuk partai, untuk kepentingan kelompk dan dia juga menjadikan partainya itu dihuni oleh sebagian oknum mafia,” tegasnya.

Lalu apa rekomendasi dan saran Anda?

“Sebetulnya, (SBY) tidak perlu terjebak dalam mengurus itu lagi. Jadi Presiden sajalah. Dia kan sudah dipilih jadi Presiden. Dia harus dia bersikap netral untuk semuanya,” tandas La Ode.[]ian/RM