HMINEWS – Mindo Rosalina Manulang, tersangka kasus suap wisma atlet SEA Games XXVI, Palembang, mengungkapkan keterangan yang berbeda dengan Yulianis, saksi untuk kasus ini. Menurut Rosa, tudingan bosnya yang kini buron, M. Nazaruddin, lewat pesan pendek BlackBerry (BBM), “Sembilan puluh persen benar.”

Sebelumnya, Yulianis membantah keterangan yang disampaikan Nazaruddin via BBM dalam wawancaranya dengan awak stasiun RCTI. Di antara keterangan yang dibantah kasir Nazaruddin di PT Permai Group itu adalah soal aliran dana ke Anas Urbaningrum, Ketua Umum Partai Demokrat.

Menurut Rosa, keterangan Yulianis direkayasa. Anas, ujar Direktur PT Anak Negeri ini, menerima aliran duit wisma atlet dan Hambalang untuk pemenangannya sebagai ketua umum di Kongres Partai Demokrat di Bandung.

Rosa mengungkapkan bahwa istri Anas, Athiyyah Laila, sangat dekat dengan Yulianis. Keduanya bahkan berkongsi di sebuah perusahaan. Rosa juga menuding Chandra M. Hamzah, wakil pemimpin Komisi Pemberantasan Korupsi, ikut merekayasa kasusnya. “Itu ada juga di BAP saya. Kalau itu nanti tidak diungkapkan, benar sudah ada deal di antara petinggi di dalam KPK,” katanya kepada Tempo dua hari lalu.

Athiyyah belum memberikan tanggapan atas tudingan Rosa. Ia menolak diwawancarai. Chandra sejauh ini belum dapat ditemui. Adapun Anas telah berkali-kali membantah tudingan dirinya menerima aliran dana wisma atlet.

Pengacara Yulianis, Ignatius Supriyadi, mengaku tidak mengetahui soal kedekatan kliennya dengan Athiyyah. “Yang bersangkutan belum pernah cerita ke saya,” katanya tadi malam.

Hari ini, Rosa akan menjalani sidang perdana kasus suap wisma atlet. KPK telah menetapkan empat tersangka untuk kasus ini. Selain Rosa, ada M. El Idris, petinggi PT Duta Graha Indah; Wafid Muharam, Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga; serta M. Nazaruddin, bekas Bendahara Umum Partai Demokrat, yang hingga kini masih buron.[]Tempo