HMINEWS.COM

 Breaking News

SBY Jeblok, Demokrat Kobrut, LSI Tantang Anas Urbaningrum, Mana Berani?

July 01
09:02 2011

HMINEWS – Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Anas Urbaningrum meragukan hasil survei yang dilakukan Lingkaran Survei Indonesia (LSI) yang menyatakan kepuasan publik terhadap SBY turun menjadi 47 persen. Pihak LSI menantang Anas membuat survei tandingan untuk membantah hasil survei tersebut.

“Hasil survei hanya bisa ditandingi dengan survei baru, jadi bikinlah survei lain untuk membuktikan bahwa hasilnya berlawanan dengan hasil survei yang telah saya buat,” kata Peneliti Senior LSI, Sunarto Ciptoharjono Selasa (28/6/2011), mengutip detikcom.

Menurut Sunarto, selama ini pihaknya sudah terbiasa mendapatkan komentar miring terkait hasil survei yang dilakukannya. Ia pun secara terbuka menerima semua kritikan yang masuk. Namun ia mengklaim hasil survei tersebut dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

“Kalau dikomentari ya wajar, nggak ada masalah. Kita nggak bisa maksa orang untuk percaya, tapi silakan saja cek track recordnya,” jelasnya.

Sunarto membantah jika survei yang dilakukannya merupakan ‘pesanan’ dari pihak-pihak tertentu. Ia menjelaskan, pasca pilpres sudah 6 kali melakukan survei nasional untuk memotret persepsi publik terhadap isu-isu terkini. Ada banyak pertanyaan yang diajukan, di antaranya pertanyaan mengenai partai, penilaian terhadap lembaga-lembaga negara, dan partai apa yang akan dipilih jika Pemilu diadakan sekarang.

“Kita akan lakukan terus (survei), karena itu memang pekerjaan kita,” tutupnya.

Sebelumnya, Anas meragukan hasil survei yang dilakukan LSI terkait turunya popularitas SBY hingga menyentuh angka 47 persen.

“Terus terang, saya ragu dengan hasil survei kali ini. Kalau hasilnya di bawah 50 persen, agaknya ini bukan survei yang memotret realitas. Surveinya cenderung mengarahkan realitas. Kalau angkanya sedang turun, mungkin saja. Tetapi kalau di bawah 50 persen, saya cenderung melihat ini sudah kampanye negatif kepada SBY dan Pemerintah,” ujar Anas dalam pesan singkat kepada wartawan, Selasa (28/6/2011)

Demokrat: Survei LSI Tak Mewakili

Melorotnya citra Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berdasarkan survei terbaru mengundang komentar Ketua Umum Partai Demokrat (PD), Anas Urbaningrum. Anas mengatakan, naik turunnya angka kepuasan publik adalah perkara lumrah, bukan sesuatu yang ganjil. “Dulu pada periode pertama, angka SBY juga sempat turun. Tetapi kembali naik dan bahkan dipercaya dan dipilih menjadi presiden untuk periode kedua dengan angka yang lebih meyakinkan,” kata Anas, Selasa (28/6).

Anas mengaku ragu dengan hasil survei kali ini. Kalau hasilnya di bawah 50 persen, kata dia, agaknya bukan survei yang memotret realitas tapi survei yang cenderung mengarahkan realitas. “Kalau angkanya sedang turun, mungkin saja. Tetapi kalau di bawah 50 persen, saya cenderung melihat ini sudah merupakan kampanye negatif kepada SBY dan pemerintah,” ujarnya.

Menurut mantan Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ini, dari pertanyaan-pertanyaan yang diajukan, kelihatan responden dibombardir dengan masalah-masalah yang tengah muncul. Bukan pertanyaan yang berimbang antara prestasi dan permasalahan. Desain surveinya kelihatan mengarahkan dan sengaja memengaruhi persepsi responden.

Walau demikian, Anas tetap yakin bahwa Presiden SBY dan pemerintah tidak akan goyah semangatnya untuk terus bekerja keras. Justru sebaliknya akan semakin terpacu untuk meningkatkan kinerja dan prestasi. “Apa pun hasil survei dan tendensi di belakangnya adalah pemacu SBY dan pemerintah untuk bekerja lebih keras, makin produktif dan berfaedah untuk rakyat,” tegas politisi muda ini.

Partai Demokrat ragukan hasil survei turunnya popularitas Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Masyarakat berikan penilaian kepada presiden atas kinerja pemerintahan.

Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Syariefuddin Hasan meragukan hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) atas popularitas Presiden Yudhoyono. Ia menyatakan kepuasan publik berhadapan dengan penyelenggaraan pemerintahan

“Saya meragukan hasil survei itu. Karena kinerja pemerintah saat ini masih bagus,” ungkapnya ketika ditemui di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Senin (27/6).

Masyarakat kini justru memandang presiden Yudhoyono cukup berhasil. Terbukti, terdapat perkembangan secara ekonomi makro maupun keterbukaan demokrasi.

Ia menyatakan survei tersebut melandaskan pada beberapa kasus berkitan dengan Partai Demokrat seperti mantan Bendahara Umum Partai Demokrat M Nazaruddin. Padahal masalah terebut tidak berkaitan dengan kinerja pemerintahan. Menurutnya kaitan kasus Nazaruddin dengan Presiden Yudhoyono terlalu jauh. Apalagi, selaku Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Yudhoyono justru mendorong penyelesaian secara hukum.(dtk/ian/rep/mi/tempo)

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.