HMINEWS – Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga Wafid Muharam mengungkapkan bahwa ada tiga tokoh Partai Demokrat yang pernah mengadakan pertemuan di kantor kementerian. Mereka adalah mantan Bendahara Umum Demokrat M. Nazaruddin, anggota Komisi Olahraga DPR Angelina Sondakh, dan Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng.

Menurut Erman Umar, pengacara Wafid, kliennya membeberkan pertemuan itu kepada penyidik saat diperiksa sebagai saksi bagi tersangka Mindo Rosalina Manulang, beberapa waktu lalu. ”Pertemuan itu berlangsung di lantai 10 di ruang kerja Menteri Andi,” ujar Erman seusai mendampingi kliennya saat diperiksa sebagai tersangka kasus suap proyek wisma atlet di Komisi Pemberantasan Korupsi kemarin.

Wafid pada 21 April lalu ditangkap oleh KPK bersama Mindo Rosalina dan M. El Idris, pegawai PT Duta Graha Indonesia—pelaksana proyek Wisma Atlet SEA GAMES di Palembang. Penangkapan itu disertai barang bukti cek senilai Rp 3,2 miliar. Kuat dugaan, cek itu adalah suap proyek tersebut.

Erman menuturkan bahwa kliennya sempat dipanggil Menteri Andi beberapa saat sebelum pertemuan berakhir. Wafid saat itu hanya dikenalkan dan diminta membantu Nazaruddin dan Angie—sapaan akrab Angelina. ”Pak Wafid, ini Nazaruddin dan ada Angie, ya bantulah,” katanya. Ihwal waktu pertemuan, Wafid tidak mengingatnya. Menurut Erman, pertemuan berlangsung pada 2010.

Erman mengatakan bahwa Menteri Andi tidak menjelaskan maksud permintaan bantuan itu. Bahkan usai pertemuan itu pun, Menteri Andi tidak menjelaskan kembali maksud pembicaraan itu. Wafid hanya menduga bantuan itu berhubungan dengan sesuatu yang lazim dilakukan Kementerian Pemuda dan Olahraga dengan Komisi X DPR, yang membidangi olahraga, selaku mitra pemerintah.

Ketika dikonfirmasi kemarin, Menteri Andi mengatakan tak pernah mengetahui adanya pertemuan itu. Dia juga menegaskan tak pernah meminta bantuan ihwal proyek wisma atlet. ”Saya tidak pernah tahu dan tidak pernah diberi tahu adanya keterlibatan dari nama-nama yang disebutkan,” ujarnya melalui pesan singkatnya tadi malam. Lebih jauh, Andi menegaskan tidak mencampuri proses tender proyek tersebut. Menurutnya, kasus ini ramai setelah dia membacanya dari media.

Sementara itu, Nazaruddin—yang saat ini berada di Singapura—melalui pesan singkat BlackBerry Messenger malah memberi penjelasan lain. Dalam penjelasannya, anggota badan anggaran DPR itu menuding sejumlah koleganya di badan anggaran telah menerima jatah dalam proyek di kementerian.(tempo)