HMINEWS – Sebanyak 12 organisasi massa (ormas) Islam nasional mengutuk aksi pembantaian massal yang terjadi di Norwegia. Kekerasan atas nama apa pun tidak dibenarkan.

“Intoleransi muncul di dunia, termasuk di Norwegia. Kami mengutuk sekeras-kerasnya tindakan kekerasan yang bertentangan dengan ajaran Islam itu,” kata Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siraj mewakili 12 Ormas Islam.

Hal ini disampaikannya dalam keterangan pers seusai diterima Presiden SBY. Pertemuan berlangsung di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Senin (25/7/2011).

“Mungkin orang-orang di dunia saat ini sedang sakit,” imbuh Said mengecam kekerasan yang memakan sebanyak 93 korban jiwa di Oslo dan Pulau Utoeya, Norwegia.

Said juga mengutuk kekerasan yang marak terjadi mengatasnamakan agama yang terjadi di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. “Kami prihatin atas munculnya fenomena kekerasan yang mengatasnamakan agama, terutama agama Islam,” imbuhnya.

Seorang pria Norwegia bernama Anders Behring Breivik telah ditahan terkait dua serangan teror yang terjadi di dua tempat berbeda dalam selisih waktu sekitar dua jam tersebut. Pria berumur 32 tahun itu tengah diinterogasi polisi.

Dia masih diyakini bekerja seorang diri dalam aksi pembantaian tersebut. Pria berambut priang itu disebut-sebut terkait ekstremis sayap kanan dari kalangan Kristen fundamentalis.

Jumlah korban tewas dalam dua serangan teror yang mengguncang Norwegia tersebut mencapai 93 orang tewas. Sementara lima orang dikabarkan hilang.[]dtk