HMINEWS – Kasus suap Sesmenpora yang melibatkan Muhammad Nazaruddin terus menggelinding bak bola salju. Nazaruddin terus menyebut satu per satu pihak yang diduga menerima aliran dana korupsi.

Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat ini tidak hanya menyebut nama Andi Mallarangeng dan Anas Urbaningrum saja, tetapi juga seorang jenderal di Mabes Polri yang diduga adalah Kabareskrim Ito Sumardi.

“Kasus ini mirip Century. Dulu kasus Century muncul awalnya karena ada dugaan suap dari Robert Tantular ke Susno Duadji, tetapi ternyata Century menyimpan skandal besar yang melibatkan penguasa,” kata Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) Adhie Massardi di Jakarta, Senin (4/7/2011).

Karena itu, Adhie mengkhawatirkan jika KPK tidak bisa mengusut secara tuntas kasus Nazaruddin karena melibatkan penguasa. “Kekhawatiran ini muncul karena berkaca dari kasus Century, di mana KPK seperti mentok,” tandasnya.

Sebelumnya, anggota Komisi Hukum DPR Ruhut Sitompul berharap, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berani mengusut tuntas semua aliran uang suap termasuk ke Mabes Polri.

“Kalau ada bukti, fakta hukum, harus ditindak. Usut semua, KPK harus berani tanpa pandang bulu,” kata Ruhut kepada wartawan di Jakarta, Senin (4/7/2011).

Sedangkan Ito Sumardi sendiri membantah menerima uang dari Nazaruddin. “Demi Allah saya tidak pernah berkomunikasi dengan saudara Nazaruddin apalagi terkait dengan sebuah kasus yang belum ada indikasi keterlibatannya yang bersangkutan menurut hasil sementara penyelidikan dan penyidikan kita,” ujar Ito secara terpisah.

Ito menegaskan, adanya bukti kuitansi soal dugaan aliran dana itu tidak benar. “Untuk aliran dana bagaimana saya harus mengaku kalau tidak pernah menerima, apalagi terkait pengambilalihan perkara yang sangat tidak mungkin sesuai undang-undang,” sambungnya.[]ian/OZ