HMINEWS – Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, M. Nazaruddin, mengatakan hanya mau pulang bila Komisi Pemberantasan Korupsi telah menetapkan orang-orang yang ia sebut terlibat dalam kasus wisma atlet sebagai tersangka.

“Barulah saya yakin KPK jujur dan benar. Barulah saya mau pulang,” kata Nazaruddin kepada Tempo melalui telepon, akhir pekan lalu.

Sejauh ini, KPK sudah menetapkan empat tersangka dalam kasus ini. Di samping Nazar, ada Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga Wafid Muharam, Direktur Pemasaran PT Anak Negeri Mindo Rosalina Manulang, dan Manajer Pemasaran PT Duta Graha Indah Muhammad El Idris.

Juru Bicara KPK, Johan Budi S.P., mengatakan penyidikan atas kasus wisma atlet masih berjalan. “Saya jamin masih berkembang,” kata Johan.

Namun, Johan enggan memastikan bahwa kasus ini bisa menyeret nama-nama yang dituduh terlibat oleh Nazar. “Informasi dari Nazaruddin akan berguna jika dia datang menyampaikannya langsung di KPK disertai dengan buktinya,” ujar Johan.

Dari tempat persembunyiannya di luar negeri, Nazar terus melemparkan tuduhan. Dia tak hanya menyebutkan keterlibatan rekan-rekannya di Dewan Perwakilan Rakyat, seperti Angelina Sondakh, Mirwan Amir, dan I Wayan Koster. Nazar pun menyeret nama Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum serta Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Alifian Mallarangeng.

Kepada Majalah Tempo, Nazar mengatakan bahwa dirinya lari ke Singapura atas permintaan Anas. Nazar pun mengklaim bahwa Anas berjanji membereskan urusan Nazar di Indonesia, termasuk urusan di KPK.

Johan membantah klaim Nazar bahwa ada kesepakatan antara petinggi Demokrat dan KPK ihwal penanganan kasus wisma atlet SEA Games di Palembang. “Itu tidak benar,” kata Johan kemarin.

Menanggapi segala tuduhan Nazar, Anas pun telah melaporkan politikus kelahiran Pematang Siantar, Sumatera Utara, itu kepada polisi. Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam itu balik menuduh Nazar mencemarkan nama baiknya.[]tempo/ian