HMINEWS –  Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Marzuki Alie dianggap memanfaatkan situasi kisruhnya partai untuk menggeser posisi Ketua Umum Anas Urbaningrum dengan mengirimkan SMS kepada Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Dalam SMS itu Marzuki meminta kepada SBY untuk melakukan tindakan penyelamatan atas kekisruhan di partai. “Bukan mustahil (Marzuki memanfaatkan situasi). Karena politik itu art of possibility atau seni berbagai kemungkinan. Dia (Marzuki) mungkin berupaya untuk bisa maju lagi,” ujar pengamat Politik dari LIPI, Ikrar Nusa Bakti, di Hotel Arya Duta, Jakarta Pusat, Minggu (10/7/2011).

Menurut Ikrar, jika SMS Marzuki Alie merupakan dorongan kepada Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat untuk mendukung kongres luar biasa (KLB), maka Marzuki bisa dianggap menggunakan kesempatan ini untuk melengserkan Anas. Marzuki bisa mencalonkan diri lagi sebagai pengganti Anas.

Namun tindakan seperti ini dianggap Ikrar tidak terpuji. Karena tindakan itu bukannya ikut membantu menyelesaikan masalah, tetapi malah memanfaatkan masalah untuk kepentingan sendiri. “Sangat kerdil bila politikus memanfaatkan krisis partai yang seharusnya bisa diselesaikan oleh partai itu malah kemudian diwancanakan untuk kongres luar biasa untuk mengganti ketua umum,” ungkapnya.

Ikrar menduga wacana KLB ini dilemparkan oleh orang-orang yang kecewa dalam kongres di Bandung waktu itu. “Ini adalah orang-orang yang dulu tidak mampu menang di dalam KLB yang normal. Mengapa tidak tunggu saja sampai 5 tahun masa kepemimpinan Anas selesai.[]inilah/ian