HMINEWS – Mahasiswa yang tergabung Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) dan HIMA Persis melakukan aksi unjuk rasa menolak kedatangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Bandung.

Kedatangan Presiden di Bandung untuk membuka Muktamar Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Sabuga Bandung pada Minggu (3/7/2011) siang.

Mereka menilai Pemerintah SBY telah gagal dalam melakukan tugasnya. Setidaknya ada lima poin yang dinilai mahasiswa kegagalan pemerintah saat ini, yakni:

Dalam bidang hukum dan penegakan hukum, pemerintah belum mampu menciptakan penegakan yang pro-rakyat. Dalam bidang politik, SBY lebih banyak mengisi oleh politik pencitraan.

Minimnya perlindungan terhadap pekerja, dalam hal ini tenaga kerja Indonesia yang berada di luar negeri. Dari segi pendidikan, pemerintah cenderung membodohkan anak-anak bangsa.

“Pemberantasan korupsi kurang maksimal, karena kita masih masuk sebagai Negara terkorup di Asia Pasifik,” kata Koordinator aksi Irfan Ahmad Fauzi saat berorasi di depan mahasiswa.

Atas hal tersebut, mahasiswa menuntut pemerintah lebih menjamin pekerjaan dan perlindungan tenaga kerja baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Kedua, pemberantasan korupsi yang tidak tebang pilih.

“Perbaikan sistim pemdidikan dan penghapusan UN, sehingga tidak menjadi standard kelulusan. Kemudian hentikan kekerasan terhadap petani dan perampasan tanah,” tuturnya.

Aksi unjuk rasa ini mendapat pengawalan dari sejumlah petugas Kepolisian. Aksi yang dulakukan di parkiran ITB Bandung, atau sekira 1 kilometer dari lokasi kongres Partai Persatuan Pembangunan (PPP), tidak mengganggu arus lalu lintas.[]Oz/ian