HMINEWS – Pengamat Politik dari LIPI, Burhanuddin Muhtadi mengatakan, jika Kongres Luar Biasa (KLB) digelar, dipastikan Ketua Dewan Pertimbangan Pusat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melawan arus bawah Demokrat (DPD dan DPC).

Karena itu SBY tetap pada posisi ragu-ragu untuk memutuskan. “Berisiko pecat Anas sebab arus bawah yakni DPD dan DPD mendukung Anas. SBY tidak berani lawan arus bawah,” ujar Burhanudin di Sentul, Bogor, Sabtu (23/7).

Menurutnya, pasca pemilihan di kongres Bandung, hampir semua DPD dan DPC dikuasai atau dipimpin oleh kelompok Anas. Semua DPD dan DPC pendukung Marzuki Alie sudah diminimalisasi.

Memang, menurutnya, ada tiga pintu untuk melakukan KLB berdasarkan AD/ADRT yakni melalui keputusan Dewan Mejelis yang terdiri dari dewan pertimbangan dan dewan pimpinan pusat, mayoritas setengan dari DPD dan 2/3 DPC.

Menurutnya, KLB bisa dimungkinkan melalui dewan majelis, namun tidak mungkin melalui keputusan DPD dan DPC. ” DPD dan DPC inilah yang akan menyelamatkan Anas,” tegasnya.

SBY, menurutnya, tidak berani KLB karena mempertimbangkan dukungan DPD dan DPD ini. Karena itu, KLB sulit dilaksanakan.[]MI/ian