HMINEWS – Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam mengecam keras pernyataan Menteri Agama, Suryadharma Ali terkait ledakan bom di Pondok Pesantren Khilafiah Umar bin Khatab di Desa Sonolo, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) beberapa waktu lalu. GPI juga mendesak Suryadharma Ali untuk mundur dari jabatannya sebagai Menteri Agama.

Sebelumnya, Suryadharma Ali meyatakan, Pondok Pesantren Umar bin Khatab di Bima, Nusa Tenggara Barat, beraliran Islam garis keras.

“Belum tahu ajarannya seperti apa, Islamnya seperti apa belum diketahui. Tapi saya bisa menduga kalau ini garis keras radikal,” ujar Suryadharma kepada wartawan di Gedung DPR, Rabu (13/7/2011).

Menurut Ketua GPI, Rahmat Kardi, pernyataan Suryadharma telah melecehkan Institusi Pendidikan Islam terutama pondok pesantren. Pasalnya pernyataan tersebut masih Prematur alias absurd.

“Terlalu dini Suryadharma Ali mengatakan Pondok Pesantren Umar bin Khatab di Bima, Nusa Tenggara Barat, beraliran Islam garis keras, apalagi itu hanya dugaan Menag saja”, kata Rahmat di Jakarat, Kamis (15/7/2011).

Seharusnya, kata Rahmat, Suryadharma Ali harus menunggu dulu hasil penyelidikan Pihak Kepolisian.

“Tunggu dululah hasil penyelidikan kepolisian, jangan suka main tuduh”, katanya.

Rahmat juga meminta Suryadharma Ali untuk segera mencabut pernyataannya dan meminta maaf secara terbuka kepada umat.(ian)