Wacana pembubaran lembaga KPK yang muncul dari lingkaran Partai Demokrat merupakan bentuk keresahan yang tak berujung, Marzuki Ali yang merupakan Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat terkesan sudah kehabisan taktik untuk mempertahankan kehormatan dan citra Partai besutan SBY tersebut, padahal kita ketahui beliau adalah Ketua Dewan Perwakilan Rakyat, disisi lain saat ini juga kita ketahui sedang terjadi proses restrukturisasi dalam tubuh KPK, kami menilai proses pergantian pimpinan KPK ini merupakan singnal yang sangat baik untuk merehabilitasi lembaga KPK yang akhir-akhir ini menjadi perhatian masyarakat.

Pasalnya, para pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) seperti Chandra M Hamzah, Johan Budi SP dan Deputi Penindakan KPK Ade Raharja sudah dipastikan oleh Panitia Seleksi calon pimpinan KPK tidak bisa menjadi calon pimpinan KPK untuk masa bakti 2011-2015, kemudian kami memandang bahwa wacana pembubaran lembaga KPK tersebut merupakan suatu reaksi yang sangat kontradiktif dengan apa yang menjadi kampanye Partai berkuasa itu.

Untuk memikat hati masyarakat pada saat pemilu 2009, “TIDAK untuk KORUPSI” menjadi salah satu jargon dalam kampanye, masyarakat pasti masih sangat mengingat hal itu.

Memang benar kita tidak bisa menjadikan “nyanyian” tersangka suap Wisma Atlet Sea Games  Mantan Bendahara umum Partai Demokrat M Nazaruddin tersebut sebagai fakta hukum, jika sudah ada yang menyimpulkan itu salah atau benar berarti mereka itu tidak paham prosedur, dan sangat reaksioner. tetapi yang perlu kita garis bawahi adalah “nyanyian” Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat tersebut merupakan data awal, untuk selanjutnya diteruskan para penegak hukum melakukan proses pembuktian.

Benar atau salahnya itu kita serahkan saja kepada mereka yang berwenang.

Selanjutnya timbul pertanyaan dari kami. Apa sebenarnya yang menjadi landasan seorang Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengeluarkan wacana pembubaran lembaga pemberantas korupsi tersebut?. Ketakutan yang berlebih, sangat terlihat dari reaksi Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Marzuki Ali, mungkin jawaban yang formal adalah karena beliau merupakan Dewan Kehormatan Partai Demokrat, maka menjadi suatu kewajiban untuk menjaga kehormatan partainya. Tapi hal yang lain yang kami tangkap adalah,pertama; wacana ini muncul ditengah KPK sedang melakukan proses restrukturisasi pimpinan, kemudian dikejutkan kembali dengan keputusan Panitia seleksi calon Ketua KPK yang tidak meloloskan ketiga pimpinan KPK lama (Chandra M Hamzah, Johan Budi SP,dan Ade Raharja. Bisa saja dikarenakan proses pemilihan pimpinan KPK hari ini, sangat di luar dugaan Partai Demokrat, yang mungkin sudah menjadi pembahasan khusus dalam rakornas di sentul. Apakah memang akan ada upaya sistematis yang akan dilakukan oleh Partai Demokrat dalam rangka menghindari berbagai macam persoalan korupsi yang membelit kader-kadernya, dengan kekuatan Partai yang dominan, baik di eksekutif maupun legislatif kemungkinan bisa saja terjadi,  tetapi semoga saja tidak.

jadiHanya yang banyak terlibat persolan korupsi saja yang menginginkan KPK dibubarkan”, kami yakin semangat berdirinya KPK adalah  semangat memberantas korupsi. Walaupun muncul sedikit rasa kecewa, setelah melihat fenomena yang akhir-akhir ini mendera Chandra M Hamzah, terlepas berita yang beredar itu benar atau tidak, Chandra M Hamzah dan Bibit Samad Riyanto adalah pimpinan KPK yang dahulu mati-matian kami mahasiswa dan element rakyat lainnya perrjuangkan agar bebas dari proses kriminalisasi saat drama cicak vs buaya.

Dengan terpilihnya struktur baru KPK kelak, harapan kami para mahasiswa adalah KPK harus tetap menjadi tombak utama pemberantasan korupsi di negeri ini, tanpa tebang pilih. KPK harus segera menyelesaikan pekerjaan rumah yang sempat tertunda, seperti persoalan korupsi yang banyak menguras uang rakyat antara lain, skandal Bank Century, Korupsi IT KPU, & Nazaruddin Gate yang terindikasi melibatkan banyak Pimpinan Partai Demokrat, serta berbagai macam persoalan korupsi yang lain nya. Memang KPK sedang Menghadapi tantangan yang berat, tetapi inilah saat nya untuk menunjukan bahwa KPK adalah lembaga Tinggi Negara yang Independen tidak terpengaruh dengan kekuatan politik manapun.

Lamen Hendra Saputra, Ketua  Umum Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi