HMINEWS – Ketua DPP Partai Demokrat I Gede Pasek Swardika menilai kepolisian dan aparat penegak hukum lainnya tak becus mengejar tersangka kasus suap Sesmenpora M. Nazaruddin. Pasalnya, buronan interpol itu bisa diwawancarai secara langsung melalui telepon oleh stasiun TV swasta nasional.

“Ini kan tamparan untuk penegak hukum, karena media berhasil melakukan wawancara melalui sambungan telepon. Kita semua menyesalkan bahwa aparat penegak hukum yang memiliki alat canggih tapi tak bisa menangkap buronan yang sudah jelas-jelas di depan mata. Ini tamparan buat aparat penegak hukum. Karena juga disaksikan oleh seluruh rakyat bahkan hingga ditayangkan berkali-kali,” ucapnya kepada para wartawan saat ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (21/7).

Lebih lanjut dirinya juga menjelaskan bahwa saat ini pihak kepolisian juga sudah memiliki tiga hal untuk dapat menangkap Nazaruddin. Pertama Presiden telah memerintahkan untuk menangkap Nazaruddin. Kedua polisi juga sudah memiliki alat yang canggih, dan yang terakhir polisi juga sudah dilatih untuk menangkap seseorang yang diduga bersalah.

Karena itu, ia berharap agar kepolisian dapat bertanggung jawab menangkap Nazaruddin. Jika polisi tak bisa menangkap Nazaruddin, nama baik Anas Urbaningrum akan terus tercoreng dengan pernyataan mantan bendahara umum Partai Demokrat itu.

“Perintah sudah ada, alat ada, dan pelatihan juga ada, tetapi aparat penegak hukum tidak bisa bertanggung jawab atas buronan yang berhasil ditelepon sama stasiun TV. Karena kalau gak ditangkap, nama Anas jadi rusak gara-gara pernyataan Nazaruddin,” pungkasnya.[]ian/lip6