HMINEWS – Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum hari ini, Sabtu, 16 Juli 2011, menggelar acara syukuran ulang tahunnya yang ke-42 tahun sekaligus khitanan anaknya, Akmal Naseery dan Aqeel Najih Enayat. Acara syukuran ini tertutup bagi wartawan yang telah berdatangan ke kediaman Anas sejak pagi hari tadi.

Berdasarkan pantauan Tempo, para sanak saudara, kerabat, dan tetangga Anas telah berdatangan ke rumah Anas yang terletak di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur. Tapi, para wartawan tak diperkenankan masuk untuk meliput. “Ini acara bukan untuk umum,” ujar seorang penjaga rumah Anas.

Menurut sang penjaga, Anas enggan menemui wartawan di kediamannya. “Ini kan acara keluarga, Bapak nggak mau diwawancarai,” ujarnya. Acara syukuran siang hari ini, kata dia, dikhususkan bagi sanak saudara dan tetangga di sekitar kediaman Anas. Sementara, acara untuk para petinggi Partai Demokrat dan pejabat negara baru akan dilakukan pada malam nanti. “Kemungkinan bakda Isya,” ujarnya.

Pengamanan di kediaman Anas sendiri tampak tidak terlalu ketat. Hanya sekitar 10 orang petugas kepolisian yang terlihat sedang mengamankan dan mengatur arus lalu lintas di depan rumah Anas, di Jalan Teluk Semangka, Duren Sawit. Selain polisi, sejumlah panitia acara ikut menjaga keamanan di lokasi.

Anas Urbaningrum saat ini tengah dirundung masalah. Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin menyebutnya ikut bermain dalam proyek Wisma Atlet SEA Games XXVI Jakabaring, Palembang. Nazaruddin sendiri telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi dalam kasus ini. Namun, ia kabur ke Singapura sebelum KPK berhasil mencekalnya.

Dalam persembunyiannya, Nazaruddin menyatakan bahwa Anas dan Menteri Pemuda dan Olahraga dari Partai Demokrat Andi Mallarangeng ikut mengatur proyek tersebut. Selain Anas dan Andi, Nazaruddin juga menyebut anggota Komisi Olahraga dari Fraksi Partai Demokrat, Angelina Sondakh, serta Wakil Ketua Badan Anggaran DPR dari Fraksi Partai Demokrat, Mirwan Amir, ikut bermain.

Selain itu, istri Anas, Atthiyah Laila, juga disebut-sebut mendapatkan proyek dari sejumlah BUMN. Ia menjadi pemegang saham dan Komisaris PT Dutasari Citralaras yang kerap kebagian proyek di BUMN.

Jawaban Athiyyah Laila dan Anas Urbaningrum berbeda saat dimintai konfirmasi secara terpisah. “Saya baru dengar (PT Dutasari),” kata Athiyyah di rumahnya di Duren Sawit, Jakarta. “Saya tak akan ngomong, itu fitnah,” katanya.

Sementara itu, Anas mengakui kalau istrinya pernah menjadi komisaris di perusahaan tersebut.(ian/tmpo)