HMINEWS – Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin mengungkapkan bahwa Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum juga turut menikmati sebagian anggaran pembangunan wisma atlit di Palembang. Namun, Anas membantah tudingan tersebut dengan menyebut Nazaruddin ngarang.

“Amat jelas itu tidak benar. Tuduhannya saja berubah terus angkanya. Ngarang itu namanya,” ujar Anas mengutip mediaindonesia Sabtu (2/7).

Nazaruddin sebelumnya menyatakan keterlibatan kader Demokrat dalam pembangunan wisma atlet di Palembang. Pertama ketika menyebutkan Angelina Sondakh, Wayan Koster, dan Mirwan Amir menerima uang sogokan.

Selain menyebut tiga sosok tersebut, juga menyebutkan keterlibatan Anas dan Sekretaris Dewan Pembina Demokrat Andi Malarangeng. Menurut Nazaruddin, Andi yang juga Menteri Pemuda dan Olahraga, menerima Rp5 miliar dari Sesmenpora Wafid Muharram yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.

Sedangkan Anas disebutnya menerima uang dua kali dari Mirwan Amir. Pertama, dari jatah untuk Demokrat Rp9 miliar yang berada di Badan Anggaran DPR.

Menurut Nazaruddin uang itu diberikan oleh orang kepercayaan Sekretaris Jenderal Kementerian Pemuda dan Olahraga kepada I Wayan Koster dan Angelina. Selanjutnya, uang tersebut diserahkan kepada Mirwan. Dari Mirwan, uang dibagi-bagikan kepada pemimpin Badan Anggaran dan Ketua Fraksi Demokrat.

Nazaruddin juga mengaku mendengar cerita dari Mirwan bahwa ia telah menyerahkan Rp7 miliar kepada Anas untuk pengamanan media. Cerita itu disampaikan di ruangan Jafar Hafsah sebelum pertemuan dengan Tim Pencari Fakta Demokrat pada 11 Mei 2011. “(Di situ) ada Mirwan Amir, saya, Jafar Hafsah, Angelina,” kata Nazaruddin.[]MI/ian