HMINEWS – Seng warna muda nampak berjajar rapih sepanjang 500 meter, menutupi lokasi pembangunan rumah, persis mengarah Jalan Teluk Langsa, Duren Sawit Jakarta Timur. Memang belum jadi betul, namun siapapun dapat menilai, pembangunan rumah yang menggabungkan dua kavling ini, jadinya bakal mentereng, menonjol dibanding rumah-rumah di sekitarnya.

Dari luar pagar, bangunan bergaya joglo sudah kokoh berdiri, menjulang ke angkasa. Suasananya adem, teduh dengan pohon besar. Ditaksir, total tanah tersebut seribu meter persegi. Sang pemilik adalah Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, yang dituding mantan Bendahara Umum Muhammad Nazaruddin menerima duitnya.

“Rumah itu dibeli dari warga sini. Itu dua kavling yang sedang dibangun. Pembangunannya sudah jalan dua bulan ini,” ujar warga bernama Dewi kepada Tribunnews.com, Selasa (12/7/2011). Menurut warga tersebut, pembangunan cepat dengan hasil yang bisa disaksikan karena pekerjanya banyak. Mereka bekerja dari pukul 06.30 WIB sampai 19.00 WIB.

Hal itu diceritakan seorang pekerja pembangunan rumah. Selama pembangunan, mereka menempati rumah tersebut. Katanya, rumah Anas tidak dilakukan satu pemborong, tetapi banyak. Karena dari sebagian pekerja yang terlihat memakai seragam.

Anas dikenal warga sudah lama tinggal di Komplek Angkatan Laut itu. Kepada Tribunnews.com, ia mengatakan rumah yang sedang dibangun itu berhadap-hadapan dengan rumah lama Anas, yang juga cukup luas. Warga menduga, pembangunan rumah mewah dan luas itu agar bisa menampung semua kader Demokrat untuk berkumpul.

Konon, jika kader Demokrat sedang berkumpul di rumah Anas, sampai membuat jalan macet. Parkiran mobil pun mengular bukan saja depan jalan rumah Anas, melainkan sampai ke tanah kosong yang tak jauh dari rumahnya. Sementara cat rumah yang kini ditinggali Anas, sudah memudar di sana-sini.

Harta Kekayaan Anas Urbaningrum

Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum tengah membangun rumah mewah di Kompleks Angkatan Laut Jl Teluk Langsa, Duren Sawit, Jakarta Timur. Rumah itu melengkapi harta kekayaan mantan aktivis mahasiswa tersebut.

Dari penelusuran Tribunnews.com, harta Anas mencapai Rp 2,24 miliar dan 2.300 dollar AS. Angka itu tercatat di dalam Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara yang diserahkan ke KPK. Itu setelah Anas keluar dari Komisi Pemilihan Umum.

Dalam laporan tersebut, bangunan seluas 275 meter persegi yang berada di Jakarta Timur adalah hasil jerih payahnya sendiri yang ia dapat sejak 2001. Harga bangunannya saat itu dihargai Rp 155 juta.

Di Jakarta Timur juga Anas memiliki tanah dan bangunan seluas 539 meter persegi. Tanah ini dibelinya pada 2001. Sedangkan di Kabupaten Karawang tanahnya seluas 11.412 meter persegi, dan 1620 meter persegi. Di situ tercantum pada 2007.

Adapun harta bergerak Anas lainnya, termasuk logam mulia, batu mulia, barang-barang seni dan antik mencapai Rp 92.831.000. Sedangkan mobil atau alat transportasi, Anas pernah memiliki Kia Carens tahun pembuatan 2000, motor Honda tahun 2002.

Mobilnya bertambah pada 2004, yakni Nissan Serena yang katanya berasal dari hibah. Tahun 2007, Anas kembali memiliki Toyota Kijang Innova dari uangnya sendiri.

Cukup Dermawan

Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum dikenal sebagai warga yang dermawan di kompleks Angkatan Laut Jalan Teluk Langsa, Duren Sawit Jakarta Timur. Dibanding penghuni kompleks lainnya, Anas dikenal ringan tangan.

Tiap Idul Adha, mantan Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) itu dan keluarga kerap menyumbangkan hewan kurban. Bahkan, tiap Jumat, ada saja orang yang keluar dari rumah Anas membawa semacam sembako.

Anas dikenal warga sudah lama tinggal di Komplek Angkatan Laut itu. Kepada Tribunnews.com, seorang warga mengatakan rumah yang sedang dibangun itu berhadap-hadapan dengan rumah lama Anas, yang juga cukup luas. Warga menduga, pembangunan rumah mewah dan luas itu agar bisa menampung semua kader Partai Demokrat untuk berkumpul.

Anas kini tengah membangun rumah mewah di Jalan Teluk Langsa, Duren Sawit Jakarta Timur tersebut. Seng warna muda nampak berjajar rapih sepanjang 500 meter, menutupi lokasi pembangunan rumah.

Memang belum jadi betul, namun siapapun dapat menilai, pembangunan rumah yang menggabungkan dua kavling ini, jadinya bakal mentereng, menonjol dibanding rumah-rumah di sekitarnya. Ditaksir, total tanah tersebut seribu meter persegi.

“Rumah itu dibeli dari warga sini. Itu dua kavling yang sedang dibangun. Pembangunannya sudah jalan dua bulan ini,” ujar warga bernama Dewi kepada Tribunnews.com, Selasa (12/7/2011).[]tribunews/ian