HMINEWS – Mantan bendahara umum Partai Demokrat, M  Nazaruddin mengungkapkan Anas Urbaningrum menerima uang Rp 50 Miliar dari proyek Ambalang. Uang itu digunakan Anas untuk pemenangan dirinya saat kongres Partai Demokrat di Bandung beberapa waktu lalu dan persiapan menjadi calon Presiden.

“Rp 50 miliar untuk pemenangan Anas waktu kongres dan ke tim konsultan Anas untuk calon presiden. Ifang seorang konsultan terima Rp 20 Milyar . Ini fakta benar. Tetapi saya yakin KPK tidak berani menindaklanjuti masalah ini karena sudah ada pertemuan pimpinan KPK dengan Pimpinan Demokrat supaya kasus ini jangan dikembangkan lagi hanya dihabiskan sampai di Nazaruddin,” ujar Nazaruddin dalam pesan Blackberry Messenger, Senin (4/7/2011).

Nazaruddin dalam Blackberry Messenger itu menceritakan kronologi penerimaan uang itu. Menurut Nazaruddin, Januari 2010 ada pertemuan di kantor Kemenpora di lantai 10. Saat itu ada Andi Malarangeng, Angelina Sondakh, Mahyudin dan Nazaruddin. Dalam pertemuan itu Andi mengajukan permohonan anggaran Rp 2,3 Triliun untuk membantu anggaran sarana prasarana Sea Games dan percepatan fasilitas.

Andi kemudian memanggil Sesmenpora Wafid Muharam dalam pertemuan itu supaya membantu Angelina dan kawan-kawan tersebut.

“Itu perintah Andi ke Wafid , setelah itu ada pertemuan kedua antara awal Februari 2010. Wafid, Angelina, Mirwan Amir, Anas waktu itu jabatan Anas masih ketua fraksi DPR lalu ada Mahfud pengusaha teman Anas dan saya. Saat itu bicarakan teknis soal proyek Ambalang bernilai Rp 1,2 triliun. Lalu proyek Rp 75 milyar alat bantu olaraga, dan Rp 200 miliar pembangunan Wisma Atlet di Palembang dan Rp 180 miliar pembangunan sarana prasarana atlit di Jawa Barat,” jelas Nazaruddin.

Menurut Nazaruddin, Angelina paling tahu teknisnya cara membawa pengusaha bertemu dengan Wafid. “Kalau kita mau bawa pengusaha kita hanya kenalkan sama Angelina setelah itu Angelina yang atur ke dalam dan urusan teknis Angelina yang urus dan Mirwan Amir, kalau di DPR dan Demokrat. Setelah itu disepakati ada pertemuan ketiga yang dilakukan sekitar minggu ketiga Februari 2010 di Hotel Arcadia di restoran Jepang. Yang hadir Angelina, Mirwan Amir, saya, Mahyudin, Andi Malarangeng, Wafid dan ada satu deputi yang baru dilantik Andi Malarangeng beliau bekas dari salah satu direktur di Istana namanya saya lupa,” jelas Nazaruddin.

Dalam pertemuan itu tambah Nazaruddin disepakati usulan Menpora semua tentang kekurangan anggaran untuk sarana prasarana penyelenggaraan.

“Sea Games untuk dianggarkan APBN-P 2010 dan APBN 2011. Kita sepakati urusan teknis. Nanti yang menjalankan antara Wafid, Angelina dan Mirwan Amir, yang mana soal anggaran akan diatur oleh Mirwan Amir dari pimpinan banggar besar dan soal pengusaha akan diatur oleh Angelina. Begitu ceritanya, di tengah jalan saya di tinggal sama mereka, jadi secara teknis saya tidak mengikuti, kalau soal Wisma atlet Palembang sudah di alokasikan Rp 9 Miliar dan untuk proyek Ambalang sekitar Rp 50 milyar. Ini semua fakta benar,” tulisnya.[]tribun/ian