HMINEWS – Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Yogyakarta mengaku tengah menyusun rekomendasi otokritik terhadap Anas Urbaningrum selaku pimpinan kolektif organisasi KAHMI. Anas diminta tidak menutup-nutupi kasusnya sebagaimana halnya sorang politikus. “Kembalilah ke moralitas HMI, seperti Profesor Julianur,” ujar Ketua Umum KAHMI Yogyakarta, Zulkifli Hakim, saat dihubungi Tempo, Minggu kemarin, 24 Juli 2011.

Zulkifli juga meminta Anas tidak gemar bersilat lidah sebagai politikus. “Apakah Nazaruddin benar atau salah, ini juga masih abu-abu. Anas harus jujur,” ujarnya. “Jangan menutup-nutupi kekurangannya, Anas harus kembali pada Anas saat menjadi HMI, bukan politikus yang suka bersilat lidah.”

Zulkifli menegaskan KAHMI Yogya tidak menempatkan seseorang kader KAHMI lebih tinggi kedudukannya saat menjabat jabatan politik semisal sebagai ketua umum atau pimpinan DPR seperti Priyo Budi Santoso.

“Bagi kami siapa pun yang datang ke kami dan diskusi bersama di Yogyakarta, ditempatkan sama halnya dengan kader yang yang juga berprofesi sebagai guru inpres,” ujarnya. “Anas jangan membuat kalkulasi politik. Kembalilah ke moralitas.”

Ia menegaskan otokrirtik yang akan disusun hanya dilakukan oleh Yogyakarta, belum bersifat secara nasional, karena kader KAHMI di Yogyakarta selalu berlandasan moralitas. “Ini hanya inisiatif kami. Kami inginkan Anas yang seperti waktu jadi aktivis.” katanya. “Kalau nanti otokritik digunakan di internal Partai Demokrat, kami tidak peduli dan kami tidak ada hubungannya dengan politik.[]tempo