HMINEWS.COM

 Breaking News

Rektor UMJ: Himpunan Mahasiswa Islam Organisasi Ilegal, Kok Bisa?

July 21
10:57 2011

HMINEWS – Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Masyitoh, mengatakan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Komite Mahasiswa (KM) merupakan organisasi ilegal yang tidak masuk dalam susunan organisasi Univeristas.

Dijelaskan dia, organisasi mahasiswa yang masuk dalam daftar Universitas hanya Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). Selebihnya, masuk dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di bawah Fakultas dan jurusan.

Untuk itu, setiap kali HMI dan KM melakukan kegiatan dan mengirimkan proposal ke Universitas, tidak pernah diberikan bantuan. Adapun, semua resiko yang berkaitan dengan hukum, Universitas tidak akan menanggungnya. Kecuali, ada pribadi dosen, alumni dan pihak lain yang peduli, mereka diperbolehkan membantu.

Seperti yang menimpa dua aktivis KM UMJ dari Fakultas Hukum misalkan. Kendati, petugas kepolisian sudah menetapkan keduanya sebagai tersangka pengerusakan ruang sekretariatan HMI Komisariat Cirendeu, pihak kampus tidak akan membantu dengan menyiapkan kuasa hukum.

“Secara lembaga kita tidak menyediakan kuasa hukum. Tetapi secara pribadi, kita akan membantu. Mungkin ada kedekatan emosional dari pakar hukum, dosen dan pribadi yang dekat dengan UMJ,” ujarnya, kepada okezone, Kamis (21/7/2011).

Kendati begitu, pihak Universitas tidak coba melarang mahasiswa UMJ untuk bergabung dengan HMI dan KM. Mereka tetap dibebaskan, memilih organisasi yang disukai sesuai dengan minat dan pandangan ideologisnya. Karena, hal itu merupakan hak mahasiswa dan salah satu wujud demokrasi.

“Secara individu, mahasiswa punya hak untuk berorganisasi dimana saja. Tapi kita akan selalu waspada dan mengawasi aktifitas (HMI dan KM UMJ) di kampus,” tambahnya.

Lebih jauh, Masyitoh mengatakan, KM merupakan jelmaan dari organisasi Forum Kota (Forkot). Dimana, aktivis mahasiswanya tersebar dan terdiri dari berbagai kampus. Untuk itu, dia sangat menolak jika KM tetap menggunakan nama UMJ di belakangnya. Sebab, dengan memakai embel-embel UMJ di belakangnya, mereka sama dengan menggeneralisir semua mahasiswa di kampus itu sebagai satu organisasi dengan mereka.

Masyitoh juga menilai, landasan ideologi KM, jauh menyimpang dari Islam dan lebih ke kiri. Berbeda dengan HMI yang sudah jelas landasan organisasinya berideologikan Islam.

Perbedaan dalam melihat dasar organisasi inilah yang menimbulkan kesan KM lebih di anak ditirikan dari HMI. Apapun itu, HMI dan KM sudah mencoreng citra UMJ dengan pecahnya tawuran di kampus hijau itu.

“KM adalah Forkot. Lembaga itu tidak ada di UMJ. Di UMJ tidak ada lembaga Karat, KM atau Forkot. Begitupun dengan HMI. Kita hanya punya BEM dan IMM,” terangnya.[]Ookz/ian

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

2 Comments

  1. juanda
    juanda August 28, 11:20

    Jika ditimbang pernyataan saudara Rektor UMJ di atas, saya menilai bahwa yang bersangkutan adalah seorang homo minimalis, yaitu sejenis spisies manusia yang tak mengakui keragamaan sebagaimana homo pluralis, padahal Muhammadiyah mengampanyekan pluralisme dalam pengertian keragamaan.

    Reply to this comment
  2. Syafril Hafidz
    Syafril Hafidz October 10, 15:05

    Lihat latar belakang kampus
    kalo tidah suka dengan Muhammadiyah,mendingan angkat kaki aja tidak usah susah2

    Luar biasa,dukungan yang di berikan oleh Rektor untuk IMM di sana
    Tetapi kami IMM di PAPUA BARAT tidak…

    Reply to this comment

Write a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.