Alto Makmuralto

HMINEWS, Pekanbaru – Alto Makmuralto terpilih sebagai formatur PB HMI, menang dengan 54 suara dan mengalahkan Anthomi Kusaeri dengan 38 suara serta 4 suara abstain. Cabang-cabang timur berharap, terpilihnya formatur PB HMI yang baru, yang nantinya akan dilantik menjadi Ketua Umum PB HMI 2011-2013 menjadi momen kebangkitan HMI.

“Harapan kami PB tidak tebang pilih dalam menakhodai HMI dan bisa amanah dalam menjalankan konstitusi dengan sebenar-benarnya. Konstitusi harus betul-betul dijalankan,” ujar Ketua HMI Cabang Jayapura, Rusmayadi, Ahad (19/6).

Selain itu, mahasiswa Universitas Yapis Papua tersebut sangat berharap, perkaderan yang merupakan ruh pergerakan harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, dari tingkat pusat hingga cabang.

Sementara Cabang Yogyakarta, ‘mewanti-wanti’ agar gerak organisasi selalu berbasis perkaderan dan komit pada konstitusi, khittah perjuangan. “Jangan pernah membelokkan perkaderan yang menjadi ruh organisasi ini menjadi berorientasi materi dan kepentingan sempit,” pinta Wahib, Ketua Umum Cabang Yogyakarta.

Sementara HMI Cabang Jakarta melihat pentingnya penguatan basis Jabodetabek. Sebab hal itu pasti akan berdampak pada HMI secara nasional, karena Jabotabek menjadi barometer nasional.

“Harapannya, PB lebih masif dan jangan meninggalkan basis Jabodetabek, karena itu pasti akan berdampak pada HMI secara nasional,” kata Firas Tu Iman, Ketua Bid Intelektual, Kajian dan Ilmu HMI Cabang Jakarta.

Menanggapi berbagai harapan tersebut, formatur terpilih, Alto Makmuralto berjanji akan menjadikan KPN sebagai ujung tombak perkaderan Hmi.

“Yang pasti, KPN akan menjadi ujung tombak, tim elit perkaderan Hmi ke depan. Dan tak mungkin HMI akan meninggalkan gerakan politik moril HMI di Jabodetabek,” janji Alto.

Sebagaimana visi yang dipaparkannya, penulis novel ‘Dua Jempol Untuknya’ tersebut bertekad menjadikan HMI sebagai komunitas epistemik yang menyumbangkan pemikiran besar bagi peradaban Indonesia.