Tiga orang Mbok Jamu Gendong dari Kelurahan Panaragan Kecamatan Bogor Tengah serentak memasuki Ballroom IPB International Convention Center (IICC), seraya menawarkan dagangannya “Jamu-jamu… Jamu Kuat Pak… Jamu Sehat Bu….”

Hasilnya, Rektor IPB Prof.Dr. Herry Suhardiyanto dan sejumlah pejabat di lingkungan Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Kemenko Kesra) RI, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dan Kementerian Pertanian (Kementan) RI pun memesan jamu kuat yang langsung minum di tempat acara.

Kehadiran para Mbok Jamu Gendong ini menyemarakkan “Globalization of Jamu Brand Indonesia: The 2nd International Symposium on Temulawak. The 40th Meeting of National Working Group on Indonesian Medicinal Plant”. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pusat Studi Biofarmaka IPB bekerjasama dengan Kemenko Kesra, Kemenko Perekonomian, Kemenkes, Kementan, BPOM, Persatuan Dokter Herbal Medik Indonesia (PDHMI), Kelompok Kerja Nasional Tumbuhan Obat Indonesia (POKJANAS TOI), Pemerintah Kota Bogor, Gabungan Pengusaha (GP) Jamu dan PT SOHO.

Rangkaian kegiatan berlangsung sejak tanggal 24 Mei dan berakhir 29 Mei 2011, berupa The 2nd International Symposium on Temulawak, Seminar Nasional Tumbuhan Obat Indonesia, Workshop on Quality Assurance, Workshop Natural Therapy, Temu Bisnis dan Bursa Hasil Penelitian, Festival Jamu, serta Lomba Desain Batik bertema jamu, dan Lomba Formula ‘Welcome Drink’ Temulawak. Diikuti oleh 579 peserta dari berbagai institusi, 48 oral presentation, 128 poster presentation, 71 peserta workshop, 14 pembicara tamu dari Jepang, Hongaria, India, Malaysia, Belanda, China, Pakistan, dan Malaysia.

“Misi yang diemban pada kegiatan ini adalah memberikan informasi mengenai keragaman IPTEK tanaman obat, membuka pasar jamu dan mendukung suksesnya program saintifikasi jamu, sehingga Globalisasi Jamu Brand Indonesia akan terwujud,” ujar Kepala Pusat Biofarmaka LPPM IPB, Prof.Dr. Latifah K Darusman.

Sementara, Rektor IPB mengatakan, icon temulawak (curcuma xanthorrhiza) sebagai “Ginseng-nya Indonesia” layak digaungkan kembali, karena khasiatnya yang beragam dalam menjaga kesehatan. Dalam kesempatan ini, Rektor didaulat me-launching Roadmap Jamu dan Jamu Database.

Hadir dalam kesempatan ini antara lain Deputi III Bidang Kependudukan, Kesehatan, Lingkungan Hidup Kemenko Kesra RI Dr. Emil Agustiono, Staf Ahli Menteri Bidang Teknologi Kesehatan dan Globalisasi Kemenkes RI Prof.Dr. Agus Purwadianto, Kepala Badan Litbang Kementan RI Dr. Haryono. Masing-masing menyampaikan pokok-pokok pemikirannya mengenai kegiatan ini.

Sejak dicanangkan Jamu Brand Indonesia pada tanggal 4 Maret 2008, maka selama dua tahun berselang telah banyak dilakukan berbagai upaya sebagai tindak lanjutnya. Antara lain penguatan jamu dari sisi sains dan teknologi melalui Saintifikasi Jamu yang dicanangkan di Kendal pada tanggal 6 Januari 2010.

Saintifikasi jamu adalah upaya dan proses pembuktian ilmiah jamu melalui penelitian berbasis pelayanan. Tujuannya memberikan landasan ilmiah atau evidence based penggunaan jamu secara empiris melalui penelitian berbasis pelayanan kesehatan, karena para dokter dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) telah amat kuat keinginannya bersama ilmuan/akademisi mengangkat jamu sebagai icon sehat bersama rakyat. Dengan dukungan sains dan teknologi, dan adanya evidence based diharapkan jamu dapat berkembang tidak hanya di Indonesia, tapi juga dikenal oleh masyarakat manca negara./red