HMINEWS – Rusmayadi, Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Jayapura mengatakan minimnya perhatian dari Pengurus Besar HMI membuat perkaderan di tanah Papua berjalan stagnan. Pasalnya dari lima cabang yang ada hanya ada satu yang aktif.

“Perhatian dan komunikasi  dari PB HMI sangat minim” kata Rusmayadi di Jakarta (12/6/2011).

Rusmayadi menuturkan, selama dua tahun terkahir ini periode (2009-2011) kepengurusan PB HMI hanya satu kali berkunjung ke Papua, itu pun dalam rangka pelantikan

“Ini juga membuktikan betapa minimnya perhatian PB HMI terhadap Cabang-cabang di Papua”, katanya

Sebenarnya, kata Rusmayadi, Tanah Papua sangat potensial untuk dijadikan basis HMI di Indonesia Bagian Timur, asal perlu keseriusan dan komitmen dari para stake holder baik yang dipusat maupun yang di daerah.

“Sangat potensial sekali Tanah Papua untuk dijadikan basis pergerakan Islam, terutama HMI” katanya.

Menurut Rusmayadi, Mahasiswa Papua sangat menyabut baik kehadiran HMI, tidak hanya mahasiswa muslim, tetapi juga mahasiswa no muslim.

“Setiap ada kegiatan Cabang,  mahasiswa non muslim selalu berpartisipasi, begitu juga sebaliknya, Cabang selalu membantu masyarakat”, kata Rusmayadi.

Kedepan, kata Rusmayadi, Perlu ada pembenahan komunikasi antar pengurus cabang dan pengurus besar, terutama bagi cabang-cabang yang baru mekar dan yang berada didaerah-daerah yang sangat jauh dari hiruk pikuk perpolitikan nasional

“Perlu ada perhatian khusus dari PB HMI untuk membumi hijaukan Khittah Perjuangan di Tanah Papua” kata Rusmayadi.

Menurutnya, saat ini, HMI butuh pemimpin yang mengerti akan kondisi dan realitas yang terjadi di Cabang-cabang, dan siap untuk melakukan pembenahan dengan cara terjun langsung.

“HMI itu butuh pemimpin yang siap tempur dan memiliki komitmen yang jelas, serta visi keumatan yang jelas juga”, katanya

“Perkaderan harus menjadi prioritas utama bagi kepengurusan PB HMI kedepan, singkirkan ego, bangun kebersamaan untuk HMI yang lebih baik”, tambah Rusmayadi.[]ian