HMINEWS – Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso sangat berduka  atas nasib Tenaga Kerja Wanita Indonesia,  Ruyati yang dipancung oleh pemerintah Arab Saudi.  Priyo mengusulkan agar orang Arab Saudi yang kimpoi kontrak di Indonesia ditangkap dan dipermalukan.

“Kalau saya pribadi, saya menyarankan gimana kalau orang Arab Saudi yang kimpoi kontrak di Indonesia dan jelas-jelas menyalahi aturan ditangkap dan dipermalukan,” kata Priyo di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (20/6/2011).

Menurut dia, hal itu sebagai bentuk balasan Indonesia terhadap Arab Saudi.
“Kita sekali-kali harus tegas, jangan lemah di mata negara lain,” ujarnya.

Apa Dubes RI di Arab Saudi dievaluasi? “Saya belum tahu kasusnya gimana Dubes RI-nya itu dan bagaimana posisi Dubes RI pada kasus ini. Apakah alpa atau tidak kok baru esok harinya akan dieksekusi, kita baru dapat kabar,” jawab Priyo.

Priyo setuju apabila sikap Komisi I DPR sudah bulat untuk memberhentikan Dubes RI di Arab Saudi. “Akan segera saya teken surat pemberhentian itu dan akan memberitahukan secara langsung kepada menteri luar negeri apabila kesepakatan telah dibuat di Komisi I,” kata pria berkacamata ini.

Ia berpendapat Dubes RI di Arab Saudi tidak hanya perlu dipanggil pulang melainkan dievaluasi kinerjanya tentang perlindungan WNI di Arab Saudi. “Ini menyangkut nyawa jadi tidak bisa main-main,” kata politisi Golkar ini.[]ian/dtk