HMINEWS – Dokumen resmi pertama yang ditulis Hitler, berisi rencana untuk “menghapus” Yahudi dari muka bumi laku sekitar Rp1,3 M. Dokumen tersebut dibeli oleh Museum Holocaust di Los Angeles, Amerika Serikat. Dalam dokumen itu terdapat sebuah grafik tahun 1919 berisi rencana pemusnahan Yahudi secara penuh selama 21 tahun, sebelum pembantaian dimulai di Rusia dan di kamp-kamp kematian di Polandia.

Tulisan yang paling mengerikan, adalah tidak adanya permintaan maaf dan tidak adanya usaha untuk menutupi niatnya ketika ia menulis: “Tujuan utama dari undang-undang tersebut menjadi sebuah keharusan dan secara umum penghapusan orang Yahudi tidak boleh dibatalkan.”

Terdapat juga sebuah kertas, yang dikenal sebagai ‘Gemlich Letter’, dikirimkan ke Adolf Gemlich. Ia adalah orang yang bertanggung jawab mengendalikan tentara Jerman, pasca Perang Dunia I. Dalam tulisan tentang ‘Jewish Question’, dia mendeskripsikan Yahudi “seperti tuberkulosis rasial” dan bahwa perlu ada sebuah “penghapusan hak-hak istimewa orang Yahudi” yang dia sebut ‘Aliens Law’.

Surat tersebut telah dibeli oleh organisasi peringatan Holocaust seharga £100 ribu atau Rp1,3 miliar. Dokumen akan ditampilkan di Museum of Tolerance, yang juga tempat dipamerkannya grafik pembantaian enam juta orang Yahudi.

Cukup lama para ilmuwan mengetahui keberadaan dan sejarah surat tersebut. Dokumen itu dianggap penting karena menunjukkan betapa jauhnya ide Hitler di tahap awal untuk memusnahkan orang Yahudi.[]SM/ian