HMINEWS – Terkait dengan dipecatnya pengurus Serikat Karyawan Merpati ,Aris Munandar , Federasi serikat pekerja BUMN Bersatu, sangat mendukung langkah langkah yang dilakukan oleh jajaran manajemen Merpati, sebab dari pemberitaan yang kami pelajari terkait pernyataan Aris munandar diberapa Media ”bahwa manajemen Merpati tidak kondusif tidak membayar hutang perusahaan dulu tapi lebih mengutamakan pembayaran gaji karyawan dahulu” merupakan suatu pernyataan  dari  pimpinan serikat buruh yang tidak mengerti mengenai UU Ketenaga kerjaan dan misi perjuangan dari Serikat Buruh sebab dimanapun gaji karyawan adalah pos biaya yang harus sifatnya fix cost dan wajib dibayarkan serta merupakan hak dasar dari pekerja yang telah bekerja sebab jika tidak dibayarkan maka direksi Merpati bisa dipidanakan menurut UU NO 13 Tahun 2003 tentang ketenaga kerjaan. tentu masih ingat kasus Direksi PTDI yang di pidanakan karena tidak membayar gaji karyawan PTDI .

Dan perlu dicatat bahwa hutang hutang perusahaan Merpati itu adalah lumrah dalam dunia bisnis sebab hutang kepada supplier itu bisa dijadwalkan untuk pembayarannya atau dicicil , dan yang terpenting adalah Gaji karyawan dibayar dahulu karena ini menyangkut hak asasi manusia, karena jika tidak dibayar gajinya karyawan maka Merpati bisa dianggap melanggar HAM .

Justru apa yang dilakukan Direktur utama Merpati Sarjono jhoni sudah tepat , ini dikarenakan Sarjono Jhoni adalah juga mantan pengurus serikat pekerja di Merpati yang dimana dia mengerti benar tentang arti sebuah penghargaan terhadap keringat buruh.

Mengenai pernyataan  Aris munandar yang memprtotes mengenai sistim reorganisasi Manajemen yang dilakukan direksi Merpati , ini juga menunjukan bahwa dia tidak mengerti tentang visi dan misi dari dibentuknya Serikat pekerja dimana Serikat pekerja mempunyai visi dan misi  memperjungakan hak hak normatif pekerja seperti pembayaran gaji dan kesejahteraan pekerja bukan mengurusi reorganisasi manjemen yang dilakukan Manajemen Merpati.

Dari sumber yang kami dapat dari dalam Merpati serta kunjungan langsung FSP BUMN Bersatu ke fasilitas training Crew dan Karyawan Merpati yang dipimpin oleh Capten penerbang Eman Supritaman yang membidangi tentang Tranportasi Udara , bahwa fasilitas training Crew dan Karyawan Merpati, Maintenance center   dan Departemen Flight Safety Merpati semuanya sudah mendapatkan sertifikat ISO dan tenaga kerjanya sangat profesional , malah ketika kami mengunjungi fasilitas training Merpati ada siswa dari airlines diluar Merpati yang belajar di Merpati Training center

Jadi tuduhan pengurus Serikat karywan Merpati yang mengatakan manajemen Merpati Menomor duakan sistim manajemen keselamatan terbang atau Flight Safety management System adalah tidak benar dan tidak didukung dengan bukti yang kuat . dan ini pernyataan ini tentu saja sangat merugikan Merpati dan bisa bisa para konsumen Merpati engan terbang dengan Merpati .

Jadi menurut kami sudah tepat Direksi Merpati memecat pengurus Serikat Karyawan sdr Aris Munandar , karena dari pernyataan pernyataannya sangat mendiskreditkan Merpati dan tidak didukung dengan data yang kuat , serta membahayakan keberlangsung kehidupan ekonomi karywan Merpati sejumlah 1200 orang.

Ainur Rofiq, Sekretaris Jendral, Komite Pimpinan Pusat Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu