HMINEWS – Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin tengah menjadi pembicaraan hangat. Namanya kerap mewarnai berbagai pemberitaan media massa atas kasus-kasus yang melilitnya. Diantara segelintir kasus itu, Nazaruddin juga terseret kasus dugaan pelecehan seksual terhadap seorang Sales Promotion Girls (SPG) bernama Dita di Bandung, Jawa Barat.

Kasus dugaan pelecehan seksual itu sempat ramai dibicarakan tahun lalu. Sebuah tabloid hiburan ibu kota pernah secara khusus mengangkatnya. Namun, Nazaruddin membantah keras dan bahkan kini kasusnya di kepolisian tidak pernah berlanjut.

Nazaruddin diduga telah memerkosa seorang SPG bernama Dita di Hotel Aston, Bandung pada Mei 2010. “Kejadiannya itu saat  Kongres Partai Demokrat di Bandung. Korbannya bernama Dita. Usianya sekitar 20 tahunan,” tutur Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) Muhammad Chozin Amirullah kepada Media Indonesia di Jakarta, Selasa (31/5).

Chozin lalu menambahkan seusai peristiwa perkosaan itu, Dita langsung melaporkan ke polisi. Kasusnya langsung menjadi ramai setelah terendus wartawan. “Tapi Nazaruddin bertindak antisipatif. Apalagi belakangan Dita mencabut laporannya,” ujar Chozin.

Chozin lalu berinisiatif melaporkan kasus dugaan pelecehan seksual itu kepada Badan Kehormatan (BK) DPR. Chozin melapor pada Agustus 2010. “Saya adalah orang yang pertama kali melapor. Jumlahnya yang melapor ada empat orang,” terangnya.

Sayang, laporan Chozin tidak mendapat tanggapan dari Wakil Ketua BK DPR Nudirman Munir. Beragam alasan diberikan BK DPR, salah satunya tidak cukup bukti. Hal itu terkait dari Dita yang mencabut laporannya di kepolisian.

“Pak Nudirman malah berkata kepada saya, “Yah jangan gitulah (memecat Nazaruddin). Jadi anggota DPR kan sulit, memeras banyak uang pula”. Kelihatan sekali cara berpikir Beliau itu seperti apa,” tukas Chozin.

Tindakan Chozin yang melaporkan Nazaruddin ke BK DPR ini ternyata membuat ia mendapat ancaman. Chozin mengaku ia kerap didatangi beberapa orang tak dikenal. Mereka menawari Chozin uang. Tujuannya agar Chozin menutup mulut. Ancaman juga didapat Chozin dari telepon dan layanan pesan singkat (SMS).

“Saya tentu saja menolak tawaran uang dari mereka. Sangat sayang bagi saya untuk mempertaruhkan kredibilitas saya hanya demi uang. Gara-gara ancaman juga saya pergi ke Malaysia selama lima hari hingga seminggu. Mengamankan diri lah,” pungkas Chozin.[]MI/ian