HMINEWS – Bambang Soesatyo, politisi Partai Golkar menilai kader Partai Demokrat punya karakter suka berbohong. Seorang kader dengan mudah mengingkari dan mengabaikan pernyataan atau teguran kader lain atau komandio atasan.

Selain itu, ujarnya, antarkader juga tidak saling berkoordinasi sehingga bertindak dan bertutur sesuka hati.

Ia menconthkan Ketua Fraksi Demokrat Jafar Hafsa yang pada Senin (6/6) mengaku sudah menegur Ramadhan Pohan untuk tidak lagi berbicara soal Mr A. Namun, teguran tersebut tidak diharaukan oleh Ramadhan. Sebab, pada Selasa (7/6) Ramadhan berbicara lagi dengan mengatakan kepada wartawan bahwa Mr A merupakan tokoh politik yang perlahan-lahan sudah mulai insyaf dan malu setelah ketahuan.

Bambang menilai, antarkader Partai Demokrat memang tidak saling patuh. Bahkan kader seperti Ramadhan tidak patuh terhadap imbauan Susilo Bambang Yudhoyono untuk berpolitik santun. Ramadhan juga tidak patuh terhadap teguran Jafar Hafsah. “Sudahlah. Itu kan soal karakter. Sekali bohong, tetap bohong,” ujar Bambang saat dihubungi di Jakarta, Selasa.

Menurutnya, di antara kader Partai Demokrat dan bahkan antara kader dengan ketua fraksi terjadi perlawanan. Demokrat tidak mempunyai koordinasi dan komando yang jelas. “Bila Ramadhan Pohan melawan ketua fraksi, itu sudah bisa ditebak. Mereka kan mau berbohong. Itu juga menggambarkan tidak ada komando di tubuh mereka,” terangnya.

Bambang mengatakan, jika Ramadhan bukan pembohong, seharusnya segera membuka identitas Mr A. Jika tidak berani, berarti Ramadhan telah melakukan pembohongan publik. “Sekali bohong, tetap menjadi pembohong. Kalau tidak bohong, kan pasti dia buka,” pungkasnya.[]MI/ian