HMINEWS – Wakil Ketua Komisi XI DPR Harry Azhar Azis mengatakan, pemerintah perlu melakukan optimalisasi belanja dan pengurangan belanja untuk mengatasi naiknya posisi utang pemerintah pusat. Harry menilai, saat ini pemerintah masih banyak mengeluatkan belanja untuk hal-hal yang tak perlu, khususnya yang digunakan untuk belanja pegawai.

Harry menanggapi posisi utang pemerintah hingga Mei 2011 sebesar Rp 1.716,56 triliun. “Belanja pegawai itu naik tanpa adanya peningkatan produktivitas,” kata Harry.

Dia juga menyoroti penggunaan belanja barang yang tak efisien, termasuk untuk membangun dan merenovasi gedung-gedung pemerintahan.

Dia menambahkan, penerimaan negara harus ditingkatkan dalam menghadapi posisi utang yang terus naik. “Penerimaan dari pajak harus ditingkatkan,” kata Harry. Dia juga mengkritik penghitungan rasio utang pemerintah yang dibandingkan dengan PDB. Akibatnya, penambahan utang kalau ada PDB tinggi, maka rasionya turun. Seharusnya, kata Harry, ada kesepakatan dalam UU dalam menentukan rasio utang.[]ian/rep